Bukan Kaleng-kaleng, Intip Potensi Investasi Harta Karun Tambang RI
Rabu, 25 Mei 2022 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Besi juga menjadi salah satu harta karun Indonesia yang sangat berharga. Data dari Kementerian ESDM yang diunggah melalui laman resminya pada 10 Mei 2022 menyebut, produksi bijih besi Indonesia memberikan andil sebesar 0,2% dari total produksi bijih besi dunia.
Sementara itu, cadangan bijih besi Indonesia adalah 1,7% dari total cadangan dunia. Australia masih berada di urutan pertama dengan kontribusi bijih besi terhadap produksi global sebesar 27,8% dan cadangannya adalah 38%.
Di tahun 2020, Indonesia belum berhasil masuk dalam 10 negara penghasil bijih besi terbanyak di dunia karena hanya mampu memproduksi 5,3 juta ton. Jumlah ini jauh di bawah Australia yang produksinya mencapai 900 juta ton.
Dalam laporan “Peluang Investasi Besi Indonesia”, Kementerian ESDM menyebutkan bahwa Indonesia memiliki cadangan bijih besi sebesar 2,9 miliar ton di tahun 2020.
Terkait dengan investasinya, Indonesia sudah pasti berpotensi menjadi ladang bijih besi yang sangat menarik dan menjanjikan. Pulau Sumatera menjadi greenfield bijih besi yang memiliki cadangan hingga 503 juta ton. Adapun kawasan industri yang beroperasi di pulau tersebut adalah Sei Mangkei.
Selanjutnya, ada Pulau Sulawesi dengan total cadangan bijih besi sebesar 1.028 juta ton. Sama seperti di Sumatera, Pulau Sulawesi hanya memiliki 1 kawasan industri yakni Palu. Rencana ke depan, ada 4 perusahaan baru yang akan beroperasi mengolah bijih besi di tahun 2022. Setahun setelahnya, ada 2 perusahaan baru yang juga akan mulai berjalan.
3. Peluang Investasi Mangan Indonesia
Mangan umumnya digunakan untuk bahan konstruksi dan infrastruktur. Selain itu, mangan lazim pula digunakan sebagai pakan ternak, pembuatan baja, dan baterai drycell. Cadangan dan produksi mangan terbesar ada di negara Afrika Selatan.
Dalam data yang dipublikasi Kementerian ESDM tahun 2020, Afrika Selatan memiliki 38% cadangan mangan dan 28% produksi mangan. Sementara, Indonesia tidak memiliki produksi mangan dan hanya mempunyai cadangannya, yakni 3,8% atau 49,6 juta ton mangan di tahun 2020.
Meskipun bukan negara yang memiliki cadangan mangan terbanyak, namun kualitas mangan Indonesia terbukti menjadi nomor 1 di dunia. Bijih mangan tersebut didapat dari NTT (Nusa Tenggara Timur) dan mengisyaratkan bahwa peluang investasinya sangat terbuka lebar.
Kepulauan Nusa Tenggara memiliki 34,7 juta ton cadangan bijih mangan dengan 22 titik greenfield. Kawasan industri di kepulauan ini masih dalam tahap pembangunan. Sedangkan di Pulau Jawa, terdapat cadangan 12,5 juta ton bijih mangan. Titik greenfield yang tersebar di seluruh wilayah Jawa mencapai 24 buah, dengan kawasan industri di Purwakarta dan Gresik.
Wilayah lain di Indonesia yang sangat berpotensi dan memiliki peluang bagus dalam investasi mangan adalah Pulau Sumatera. Ada 4,7 juta ton cadangan bijih mangan yang teradapat di pulau ini. Namun, Sumatera belum memiliki kawasan industri.
Sementara itu, cadangan bijih besi Indonesia adalah 1,7% dari total cadangan dunia. Australia masih berada di urutan pertama dengan kontribusi bijih besi terhadap produksi global sebesar 27,8% dan cadangannya adalah 38%.
Di tahun 2020, Indonesia belum berhasil masuk dalam 10 negara penghasil bijih besi terbanyak di dunia karena hanya mampu memproduksi 5,3 juta ton. Jumlah ini jauh di bawah Australia yang produksinya mencapai 900 juta ton.
Dalam laporan “Peluang Investasi Besi Indonesia”, Kementerian ESDM menyebutkan bahwa Indonesia memiliki cadangan bijih besi sebesar 2,9 miliar ton di tahun 2020.
Terkait dengan investasinya, Indonesia sudah pasti berpotensi menjadi ladang bijih besi yang sangat menarik dan menjanjikan. Pulau Sumatera menjadi greenfield bijih besi yang memiliki cadangan hingga 503 juta ton. Adapun kawasan industri yang beroperasi di pulau tersebut adalah Sei Mangkei.
Selanjutnya, ada Pulau Sulawesi dengan total cadangan bijih besi sebesar 1.028 juta ton. Sama seperti di Sumatera, Pulau Sulawesi hanya memiliki 1 kawasan industri yakni Palu. Rencana ke depan, ada 4 perusahaan baru yang akan beroperasi mengolah bijih besi di tahun 2022. Setahun setelahnya, ada 2 perusahaan baru yang juga akan mulai berjalan.
3. Peluang Investasi Mangan Indonesia
Mangan umumnya digunakan untuk bahan konstruksi dan infrastruktur. Selain itu, mangan lazim pula digunakan sebagai pakan ternak, pembuatan baja, dan baterai drycell. Cadangan dan produksi mangan terbesar ada di negara Afrika Selatan.
Dalam data yang dipublikasi Kementerian ESDM tahun 2020, Afrika Selatan memiliki 38% cadangan mangan dan 28% produksi mangan. Sementara, Indonesia tidak memiliki produksi mangan dan hanya mempunyai cadangannya, yakni 3,8% atau 49,6 juta ton mangan di tahun 2020.
Meskipun bukan negara yang memiliki cadangan mangan terbanyak, namun kualitas mangan Indonesia terbukti menjadi nomor 1 di dunia. Bijih mangan tersebut didapat dari NTT (Nusa Tenggara Timur) dan mengisyaratkan bahwa peluang investasinya sangat terbuka lebar.
Kepulauan Nusa Tenggara memiliki 34,7 juta ton cadangan bijih mangan dengan 22 titik greenfield. Kawasan industri di kepulauan ini masih dalam tahap pembangunan. Sedangkan di Pulau Jawa, terdapat cadangan 12,5 juta ton bijih mangan. Titik greenfield yang tersebar di seluruh wilayah Jawa mencapai 24 buah, dengan kawasan industri di Purwakarta dan Gresik.
Wilayah lain di Indonesia yang sangat berpotensi dan memiliki peluang bagus dalam investasi mangan adalah Pulau Sumatera. Ada 4,7 juta ton cadangan bijih mangan yang teradapat di pulau ini. Namun, Sumatera belum memiliki kawasan industri.
Lihat Juga :