Luncurkan 2 Layanan Baru, Kimia Farma Diagnostika Optimistis Raih Pendapatan Rp2,5 T
Kamis, 26 Mei 2022 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, di dalam layanan home care juga terdapat telemedicine yang dapat menjangkau layanan ke seluruh masyarakat, termasuk di luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua juga tetap bisa mendapatkan layanan dokter-dokter spesialis dari Jakarta.
“Menurut kami ini suatu terobosan yang luar biasa. Karena amanah dari Pak Menteri BUMN Erick Thohir kita harus benar-benar harus bisa menjangkau dan memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Dia menyebut saat ini tenaga kesehatan yang bekerja atau terhubung dengan Kimia Farma mencakup lebih dari 1.000 perawat, 700 dokter dan 400 dokter spesialis di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Ardhy menyatakan, melalui pengembangan bisnis-bisnis baru tersebut, pihaknya optimistis bisa mencapai target pendapatan yang telah dicanangkan.
“Target secara eksternal tahun ini kita dibebankan Rp2,1 triliun, tapi secara internal saya berikan target Rp2,5 triliun. Dengan penambahan pelayanan bisnis-bisnis baru ini kami optimistis bisa tercapai,” bebernya.
Dia menambahkan, dua layanan baru yaitu Home Care dan Telesales diharapkan bisa berkontribusi 11% terhadap total pendapatan. “Target kita bahwa layanan ini harus bisa nge-drive 11% dari total target RKAP revenue di 2022,” pungkasnya.
“Menurut kami ini suatu terobosan yang luar biasa. Karena amanah dari Pak Menteri BUMN Erick Thohir kita harus benar-benar harus bisa menjangkau dan memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Dia menyebut saat ini tenaga kesehatan yang bekerja atau terhubung dengan Kimia Farma mencakup lebih dari 1.000 perawat, 700 dokter dan 400 dokter spesialis di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Ardhy menyatakan, melalui pengembangan bisnis-bisnis baru tersebut, pihaknya optimistis bisa mencapai target pendapatan yang telah dicanangkan.
“Target secara eksternal tahun ini kita dibebankan Rp2,1 triliun, tapi secara internal saya berikan target Rp2,5 triliun. Dengan penambahan pelayanan bisnis-bisnis baru ini kami optimistis bisa tercapai,” bebernya.
Dia menambahkan, dua layanan baru yaitu Home Care dan Telesales diharapkan bisa berkontribusi 11% terhadap total pendapatan. “Target kita bahwa layanan ini harus bisa nge-drive 11% dari total target RKAP revenue di 2022,” pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :