Biaya Hidup Naik dan Larangan Ekspor Pangan Memicu Kekhawatiran

Jum'at, 27 Mei 2022 - 12:56 WIB
loading...
Biaya Hidup Naik dan...
Malaysia mengatakan, bakal mengurangi ekspor ayam mulai awal Juni 2022 karena kurangnya pasokan di negara itu. Di tempat lain di Asia, India telah melarang ekspor gandum. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Malaysia mengatakan, bakal mengurangi ekspor ayam mulai awal Juni 2022 karena kurangnya pasokan di negara itu. Di tempat lain di Asia, India telah melarang ekspor gandum, sementara Indonesia sempat memblokir penjualan minyak sawit ke luar negeri.

Situasi ini terjadi ketika dunia menghadapi krisis pangan terburuk dalam beberapa dekade setelah invasi Rusia ke Ukraina. Seorang pakar pertanian telah menyoroti kekhawatiran tentang potensi munculnya, apa yang Ia sebut sebagai "nasionalisme pangan" oleh pemerintah di wilayah tersebut.

Baca Juga: Larangan Ekspor Gandum India Disebut Jadi Ancaman Serius Stabilitas Pangan Dalam Negeri

Konsumen Malaysia telah mengalami lonjakan harga ayam dalam beberapa bulan terakhir, sementara beberapa pengecer telah membatasi berapa banyak daging yang dapat dibeli pelanggan.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan negara Asia Tenggara itu akan berhenti mengekspor sebanyak 3,6 juta ayam setiap bulan "sampai harga domestik dan produksi stabil".

"Prioritas pemerintah (Malaysia) adalah rakyat kita sendiri," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC.

Negara tetangganya Singapura, di mana impor Malaysia menyumbang sekitar sepertiga dari pasokan ayamnya, tampaknya akan terpukul sangat keras oleh langkah tersebut. Hampir semua diimpor hidup-hidup sebelum disembelih dan didinginkan di Singapura.

Baca Juga: Ini Deretan Negara yang Melarang Ekspor Produk Pangan, Salah Satunya Indonesia

Kemudian pada awal pekan kemarin, Badan Makanan Singapura mendorong konsumen untuk membeli ayam beku dan mulai bergerak untuk mencegah panic buying.

"Meskipun mungkin ada gangguan sementara pada pasokan ayam dingin, pilihan ayam beku tetap tersedia untuk mengurangi kekurangan," kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami juga menyarankan konsumen untuk membeli hanya apa yang mereka butuhkan," sambungnya.

Dampak Perang

Larangan ekspor ayam Malaysia adalah perkembangan terbaru dalam krisis pangan global. Bulan lalu, Bank Dunia memperingatkan bahwa rekor kenaikan harga pangan dapat mendorong ratusan juta orang ke dalam kemiskinan dan gizi rendah.

Ukraina sebagai eksportir utama gandum dan produksinya telah jatuh sejak Rusia menginvasi negara itu. Hal ini menyebabkan lonjakan harga gandum global. Selain itu juga telah meningkatkan prospek kekurangan pasokan di negara-negara yang bergantung pada ekspornya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Rekomendasi
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Biaya Minimal Hidup...
Biaya Minimal Hidup Layak di Jakarta Rp15 Juta per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved