Ikutan Menggali Ceruk Pasar EBT yang Meningkat

Senin, 30 Mei 2022 - 22:48 WIB
loading...
Ikutan Menggali Ceruk...
Dengan adanya inisiasi pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan di dalam negeri, ditambah dukungan regulasi teknis, maka upaya mendorong pemenuhan energi baru terbarukan secara nasional akan lebih terbuka. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perkembangan perekonomian Indonesia yang akan semakin ekspansif, turut memerlukan peningkatan kapasitas energi untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Namun kebutuhan tersebut tidak membuat Indonesia melupakan komitmen untuk aktif dalam upaya mitigasi emisi global , dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim.

Hal tersebut ditandai dengan upaya pemerintah mencapai komitmen meraih Net Zero Emission di 2060. Arah kebijakan pemerintah Indonesia, mencatat pencapaian proporsi energi baru terbarukan ditargetkan akan mampu mencapai 23 % dari total sumber energi pada 2025 mendatang disambut baik.

Baca Juga: Teknologi Powerwall dan Panel Surya Tesla Jamin Pasokan Listrik di Klinik Kota Kiev Tetap Lancar

Dengan adanya inisiasi pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan di dalam negeri, ditambah dukungan regulasi teknis, maka upaya mendorong pemenuhan energi baru terbarukan secara nasional akan lebih terbuka.

Tentunya hal ini akan berdampak positif dan menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan yang bergerak dalam teknologi kelistrikan seperti PT Semacom Integrated Tbk.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, energi terbarukan surya menjadi urutan pertama dalam pemenuhan energi dengan potensi sebesar 207,8 Gigawatt (GW). Potensi tersebut menjadi bagian dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, dimana kebutuhan energi listrik untuk industri pada tahun 2035 diproyeksikan akan mencapai 446.993 GWh.

Direktur Utama SEMA, Rudi Intan mengatakan, ni merupakan ceruk yang tengah dibidik PT Semacom Integrated Tbk, yang memiliki prospek pasar yang semakin menjanjikan. Pengembangan bisnis perseroan pada produk panel surya yang telah teruji sejak tahun 2021 dengan inisiasi beberapa proyek PLTS, menjadi kekuatan yang semakin memperkuat perseroan dalam menghadapi persaingan dengan kompetitornya.

Seiring dengan bertambahnya permintaan di dalam negeri, PT Semacom Integrated Tbk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, di antaranya untuk suplai komponen inverter dan baterai. Selama ini, sumber bahan baku yang digunakan Perseroan berasal dari dalam negeri dan khusus untuk komponen lithium berasal dari luar negeri dan cukup tersedia di pasar.

Untuk mendorong prospek bisnis kedepan, perseroan terus mendorong peningkatan fasilitas produksi Pabrik Perseroan yang dilengkapi dengan fasilitas produksi, CNC line, fasilitas uji coba (Dielectric Test & Secondary Injection), fasilitas R&D, serta gudang material dan barang hasil produksi,” Imbuh Rudi.

Baca Juga: Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Dinilai Harus Disegerakan

Rudi juga menambahkan, sebagai salah satu pionir dari manufaktur panel listrik berlisensi, Perseroan juga terus mempertahankan sejumlah sertifikasi dan partner teknologi dari sejumlah brand internasional seperti Siemens Technology Partner sejak 2009, the Hyundai Electric Business Partner sejak 2018 dan FiberHome Authorized FitOn Series Assembler sejak 2020.

Tingkat harga dan volatilitas harga dari bahan baku Perseroan cukup terjaga dengan baik mengingat banyaknya alternatif sumber bahan baku Perseroan, selain itu pemesanan ke supplier dilakukan setelah mendapat konfirmasi order pelanggan.

PT Semacom Integrated Tbk dipastikan memiliki resolusi untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam bentuk produk maupun jasa, yang ekonomis dan reliable, untuk mempermudah penyelesaian proyek para pelanggan.

Untuk mempertahankan kualitas produk, Perseroan telah memenuhi proses audit sebagai qualified manufacturer, dan sebagai salah satu syarat untuk mempertahankan sertifikasi ini, Perseroan setiap minimal 6 (enam) bulan sekali diaudit oleh Pemilik Brand/License. Dengan demikian, produk dan layanan dari Perseroan memiliki kualitas terjamin dan garansi penuh dari banyak brand internasional.

Maka tak heran jika laju pertumbuhan nilai buku perseroan terus berkembang. Ini tercermin dari perolehan laba komprehensif perusahaan pada periode tahun buku 2021 sebesar Rp 19,75 miliar. Realisasi ini tumbuh 547 % atau setara penambahan Rp 16,70 miliar, jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat pembukaan laba komprehensif sebesar Rp 3,05 miliar.

Angka penjualan pada tahun 2021 tumbuh signifikan dari sebelumnya Rp 82,89 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 198,21 miliar. Kemudian untuk aset perusahaan juga tumbuh 35 % year on year (yoy) menjadi Rp 190,07 miliar dari sebelumnya Rp 141,03 miliar.

Berbagai catatan keuntungan tersebut berpotensi semakin meningkat, mengingat pemerintah tengah serius dalam mendorong kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia yang kini tengah dikembangkan Perseroan.

Dengan mengestimasikan biaya investasi pembangunan SPKLU level 2 sebesar USD4,300 dan target kebutuhan SPKLU yang telah diproyeksikan oleh PLN pada 2021-2025, maka terdapat potensi proyek minimum sebesar USD203 juta untuk perusahaan, di luar potensi dari pihak swasta.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Melalui Hybrid Truck...
Melalui Hybrid Truck hingga EV, MHU Pangkas Emisi hingga 41%
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Resmikan Armada Bertenaga...
Resmikan Armada Bertenaga Listrik, JICT: Dorong Produktivitas dan Kurangi Emisi
Rekomendasi
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved