Gunakan Aplikasi Online, Jadi UMKM Mitra Binaan Pertamina Cuma Butuh 1-2 Bulan
Selasa, 31 Mei 2022 - 15:19 WIB
loading...
Pemilik usaha Batik Kaserangan mendapatkan penyaluran bantuan dari Program PUMK hanya 2 bulan setelah mengajukan program bantuan melalui aplikasi online. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merasakan kemudahan untuk bergabung menjadi Mitra Binaan PT Pertamina (Persero) melalui aplikasi online. Waktu yang dibutuhkan dari proses aplikasi secara digital tersebut hingga persetujuan bantuan berkisar antara 1-2 bulan.
"Saya mengajukan menjadi Mitra Binaan Pertamina untuk mendapatkan pendanaan secara online. Cara pendaftaran secara online mudah dan dapat dilakukan oleh siapa pun dimana pun asal memiliki jaringan internet," tutur pemilik Batik Kaserangan, Midawati, melalui keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).
Midawati mendapatkan penyaluran bantuan dari Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) pada akhir Mei 2019 setelah mengajukan program bantuan melalui aplikasi online sekitar dua bulan. Ia mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta untuk pengembangan usaha Batik Keserangan.
Baca Juga: Masuk ke Ekosistem Digital, Edukasi UMKM Perlu Diperkuat
Batik ini merupakan salah satu dari industri batik di Banten yang secara perlahan mendapat respons positif dari masyarakat. Di Provinsi tersebut selain Batik Kaserangan terdapat pula Batik Banten, Batik Krakatoa, Batik Cikadu dan Batik Keraton.
Motif Batik Kaserangan mengangkat dan menceritakan kearifan lokal daerah Serang Banten yang kaya dengan warisan budaya. Motif Shamahita, misalnya, bercerita tentang tumbuhan liar yang tumbuh di area persawahan masyarakat Serang. Sedangkan motif Taman Sakanti menceritakan tentang awal kalinya Bangsa Portugis masuk ke Banten.
"Saya mengajukan menjadi Mitra Binaan Pertamina untuk mendapatkan pendanaan secara online. Cara pendaftaran secara online mudah dan dapat dilakukan oleh siapa pun dimana pun asal memiliki jaringan internet," tutur pemilik Batik Kaserangan, Midawati, melalui keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).
Midawati mendapatkan penyaluran bantuan dari Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) pada akhir Mei 2019 setelah mengajukan program bantuan melalui aplikasi online sekitar dua bulan. Ia mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta untuk pengembangan usaha Batik Keserangan.
Baca Juga: Masuk ke Ekosistem Digital, Edukasi UMKM Perlu Diperkuat
Batik ini merupakan salah satu dari industri batik di Banten yang secara perlahan mendapat respons positif dari masyarakat. Di Provinsi tersebut selain Batik Kaserangan terdapat pula Batik Banten, Batik Krakatoa, Batik Cikadu dan Batik Keraton.
Motif Batik Kaserangan mengangkat dan menceritakan kearifan lokal daerah Serang Banten yang kaya dengan warisan budaya. Motif Shamahita, misalnya, bercerita tentang tumbuhan liar yang tumbuh di area persawahan masyarakat Serang. Sedangkan motif Taman Sakanti menceritakan tentang awal kalinya Bangsa Portugis masuk ke Banten.
Lihat Juga :