Bisnis Rintisan Rentan PHK, Ini Cerita Karyawan yang Kapok Kerja di Startup
Rabu, 08 Juni 2022 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sempat menanyakan kepada pihak perusahan, Alasannya karena menunggu dana investasi tapi pada akhirnya resign sih banyak ya," ungkapnya.
Baca juga: LinkAja hingga Zenius Lakukan PHK, Pengamat: Gelembung Startup Mulai Bocor
Vina menjelaskan strategi perusahaan ketika mendapatkan dana dari investor memang tidak seperti yang banyak dilakukan perusahaan startup besar lain yang lebih banyak memberikan promo kepada para konsumennya. Namun, lebih ke penguatan konsep, yang hingga saat ini menurut Vina terbukti gagal.
"Mereka hire itu posisi-posisi top level, Jadi, selama di sana baru konsep-konsep aja. Operasional juga tidak terlalu bagus, margin produk warung juga kan kecil, tapi difokuskan sama konsep aja," tuturnya.
Bekerja di divisi rekrutmen, Vina melihat terjadi proses yang cukup masif. Bukan hanya di level top namun juga banyak sales-sales baru, yang pada akhirnya bekerja keras untuk menawarkan berbagai promo menarik kepada perusahaan.
Meski memutuskan keluar dari kantornya, Vina mengaku saat ini sudah mendapatkan pekerjaan baru. Bahkan, sudah dimulai tidak lama setelah dirinya memutuskan keluar dari perusahaan yang tidak membayarkan gaji para karyawannya selama 5 bulan. "Di Desember 2021 Puji Tuhan saya diterima bekerja di kantor lain. Saya kapok kerja di startup," gurau Vina.
Salah satu pegawai lain yang sempat menjadi pegawai perusahaan startup di bidang properti Jendela360, Gde Aditya juga sempat menjadi korban PHK dari perusahaannya. Alasan yang diterima Gde karena pandemi Covid-19.
"Ketika pandemi itu otomatis peminat apartemen itu jadi berkumandang kan, otomatis daya beli masyarakat turun. Nah, agar perusahaan bisa on going, maka Jendela360 itu kemarin sempat PHK beberapa karyawan," bebernya.
Baca juga: Golden Days Startup Sudah Berakhir
Gde mengatakan beberapa startup memang pada saat pandemi ada yang diuntungkan namun juga banyak yang harus menahan kerugian.
Mereka yang kuat karena memiliki layanan digital untuk memenuhi aktivitas masyarakat yang tidak boleh keluar rumah.
Baca juga: LinkAja hingga Zenius Lakukan PHK, Pengamat: Gelembung Startup Mulai Bocor
Vina menjelaskan strategi perusahaan ketika mendapatkan dana dari investor memang tidak seperti yang banyak dilakukan perusahaan startup besar lain yang lebih banyak memberikan promo kepada para konsumennya. Namun, lebih ke penguatan konsep, yang hingga saat ini menurut Vina terbukti gagal.
"Mereka hire itu posisi-posisi top level, Jadi, selama di sana baru konsep-konsep aja. Operasional juga tidak terlalu bagus, margin produk warung juga kan kecil, tapi difokuskan sama konsep aja," tuturnya.
Bekerja di divisi rekrutmen, Vina melihat terjadi proses yang cukup masif. Bukan hanya di level top namun juga banyak sales-sales baru, yang pada akhirnya bekerja keras untuk menawarkan berbagai promo menarik kepada perusahaan.
Meski memutuskan keluar dari kantornya, Vina mengaku saat ini sudah mendapatkan pekerjaan baru. Bahkan, sudah dimulai tidak lama setelah dirinya memutuskan keluar dari perusahaan yang tidak membayarkan gaji para karyawannya selama 5 bulan. "Di Desember 2021 Puji Tuhan saya diterima bekerja di kantor lain. Saya kapok kerja di startup," gurau Vina.
Salah satu pegawai lain yang sempat menjadi pegawai perusahaan startup di bidang properti Jendela360, Gde Aditya juga sempat menjadi korban PHK dari perusahaannya. Alasan yang diterima Gde karena pandemi Covid-19.
"Ketika pandemi itu otomatis peminat apartemen itu jadi berkumandang kan, otomatis daya beli masyarakat turun. Nah, agar perusahaan bisa on going, maka Jendela360 itu kemarin sempat PHK beberapa karyawan," bebernya.
Baca juga: Golden Days Startup Sudah Berakhir
Gde mengatakan beberapa startup memang pada saat pandemi ada yang diuntungkan namun juga banyak yang harus menahan kerugian.
Mereka yang kuat karena memiliki layanan digital untuk memenuhi aktivitas masyarakat yang tidak boleh keluar rumah.
Lihat Juga :