Aksi Buyback Jadi Katalis Positif, Analis Yakin Laba Mitratel Bisa Capai Rp1,8 T
Rabu, 08 Juni 2022 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Namun begitu, dampaknya akan menjadi katalis positif bagi harga sahamnya, dengan buyback hingga Rp1 triliun berarti mencapai 10% dari saham publik atau cukup efektif menjadi stabilitas (penopang) harga sahamnya di pasar.
"Dengan pembatasan maksimal harga pembelian di Rp801 per lembar atau premium 10 persen dari harga saat ini (Rp735; Penutupan 7 Juni 2022) maka bisa menjadi sentimen positif untuk mengangkat harga sahamnya potensi mendekati level harga IPO Rp800 per lembar," kata Alfred.
Senada, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM mengatakan, langkah Mitratel melakukan buyback saham senilai Rp1 triliun merupakan hal yang tepat.
Menurut Roger, Mitratel memiliki fundamental yang solid. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kinerja emiten hingga kuartal I/2022 yang mana mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 34% dan pendapatan naik hingga 21%.
Roger menyampaikan, emiten melakukan buyback karena pergerakan saham emiten berbanding terbalik dengan kinerja, sehingga momen yang tepat bagi emiten untuk melakukan buyback saat ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan performa harga saham emiten.
"Dengan buyback maksimal Rp1 triliun setidaknya emiten bisa mengembalikan harga sahamnya kembali ke harga IPO atau bahkan lebih," kata Roger.
"Dengan pembatasan maksimal harga pembelian di Rp801 per lembar atau premium 10 persen dari harga saat ini (Rp735; Penutupan 7 Juni 2022) maka bisa menjadi sentimen positif untuk mengangkat harga sahamnya potensi mendekati level harga IPO Rp800 per lembar," kata Alfred.
Senada, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM mengatakan, langkah Mitratel melakukan buyback saham senilai Rp1 triliun merupakan hal yang tepat.
Menurut Roger, Mitratel memiliki fundamental yang solid. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kinerja emiten hingga kuartal I/2022 yang mana mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 34% dan pendapatan naik hingga 21%.
Roger menyampaikan, emiten melakukan buyback karena pergerakan saham emiten berbanding terbalik dengan kinerja, sehingga momen yang tepat bagi emiten untuk melakukan buyback saat ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan performa harga saham emiten.
"Dengan buyback maksimal Rp1 triliun setidaknya emiten bisa mengembalikan harga sahamnya kembali ke harga IPO atau bahkan lebih," kata Roger.
(ind)
Lihat Juga :