Aksi Buyback Jadi Katalis Positif, Analis Yakin Laba Mitratel Bisa Capai Rp1,8 T
Rabu, 08 Juni 2022 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Alfred memproyeksikan pertumbuhan laba bersih MTEL pada 2022 sebesar 25% atau 30% atau sekitar Rp1,7-1,8 triliun dari perolehan tahun 2021 yang tumbuh 129,4% menjadi Rp1,38 triliun.
"Dengan target level Multiple PE'22 di kisaran 40x maka level harga saham MTEL Rp830/saham. Selain sentimen optimisme tercapainya target pertumbuhan laba di tahun ini, aksi korporasi Buyback yang dilakukan akan menjadi sentimen positif/katalis tambahan untuk harga sahamnya," ucap Alfred.
Baca juga: Demi Film Indonesia, Erick Thohir Dorong Telkom Ambil Alih PFN
Menurut dia, aksi korporasi buyback adalah aksi korporasi yang dilakukan emiten untuk memberikan sinyal optimisme perusahaan terhadap prospek perusahaan ke pasar.
Harga saham Mitratel saat ini dianggap manajemen belum merefleksikan fundamental dan prospek perusahaan (undervalue).
Apalagi laporan keuangan kuartal I 2022 menunjukkan, Mitratel memiliki posisi kas yang sangat besar, yakni rasio kas 2,38x (perbandingan kas, setara kas dengan liabilitas jangka pendek).
Ini berarti Mitratel memiliki kas yang berlebih, sehingga buyback menjadi bagian cara untuk mengoptimalkan idle kas perseroan.
Alfred beranggapan anggaran buyback hingga Rp1 triliun tidak begitu signifikan jika melihat posisi kas kuartal I 2022 yang sebesar Rp18,6 triliun.
"Dengan target level Multiple PE'22 di kisaran 40x maka level harga saham MTEL Rp830/saham. Selain sentimen optimisme tercapainya target pertumbuhan laba di tahun ini, aksi korporasi Buyback yang dilakukan akan menjadi sentimen positif/katalis tambahan untuk harga sahamnya," ucap Alfred.
Baca juga: Demi Film Indonesia, Erick Thohir Dorong Telkom Ambil Alih PFN
Menurut dia, aksi korporasi buyback adalah aksi korporasi yang dilakukan emiten untuk memberikan sinyal optimisme perusahaan terhadap prospek perusahaan ke pasar.
Harga saham Mitratel saat ini dianggap manajemen belum merefleksikan fundamental dan prospek perusahaan (undervalue).
Apalagi laporan keuangan kuartal I 2022 menunjukkan, Mitratel memiliki posisi kas yang sangat besar, yakni rasio kas 2,38x (perbandingan kas, setara kas dengan liabilitas jangka pendek).
Ini berarti Mitratel memiliki kas yang berlebih, sehingga buyback menjadi bagian cara untuk mengoptimalkan idle kas perseroan.
Alfred beranggapan anggaran buyback hingga Rp1 triliun tidak begitu signifikan jika melihat posisi kas kuartal I 2022 yang sebesar Rp18,6 triliun.
Lihat Juga :