Apes! Ledakan di Kilang LNG AS Bikin Pasokan Gas ke Eropa Makin Seret
Jum'at, 10 Juni 2022 - 08:53 WIB
loading...
Pasokan gas untuk Eropa diperkirakan makin seret akibat terbakarnya kilang Freeport LNG di Amerika Serikat (AS). Foto/Reuters/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran di kilang Freeport LNG, operator salah satu kilang gas alam cair (LNG) terbesar AS diperkirakan bakal menunda pengiriman kargo ke Eropa, yang semakin menekan pasokan gas ke Benua Biru tersebut.
Penutupan kilang yang menyediakan sekitar 20% dari kapasitas pemrosesan LNG AS tersebut diperkirakan setidaknya selama tiga minggu. Hal ini telah memicu kekhawatiran di antara para pemain di pasar yang sudah kesulitan dengan berkurangnya pasokan gas Rusia dan kembali naiknya permintaan di Asia.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin, Harga Gas Eropa Diperkirakan Bisa Naik 3 Kali Lipat
Pabrik tersebut secara historis mengirim sebagian besar kargonya ke Jepang dan Korea, tetapi pemadaman tersebut akan mempengaruhi Eropa, yang telah menarik kargo AS dari timur karena harga yang lebih tinggi.
Penutupan selama tiga minggu akan berarti hilangnya sekitar 13-15 kargo, meskipun Eropa seharusnya dapat menutupi kerugiannya dari penyimpanan gas. Analis menilai risikonya tetap ada jika penutupan berlanjut untuk periode yang lebih lama.
"Penutupan minimum selama tiga minggu adalah kehilangan sekitar 940.000 ton LNG. Jika Anda mengambil ukuran kargo rata-rata sekitar 70.000 ton, itu berarti sekitar 13 kargo," kata Analis LNG di perusahaan intelijen data ICIS Alex Froley, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2022).
Penutupan ini juga bertepatan dengan pemeliharaan Nord Stream 1 dan beberapa tindakan pemeliharaan fasilitas gas di Norwegia. Namun, pasar diperkirakan dapat mengatasinya dengan menarik beberapa volume dari penyimpanan secara potensial.
Penutupan kilang yang menyediakan sekitar 20% dari kapasitas pemrosesan LNG AS tersebut diperkirakan setidaknya selama tiga minggu. Hal ini telah memicu kekhawatiran di antara para pemain di pasar yang sudah kesulitan dengan berkurangnya pasokan gas Rusia dan kembali naiknya permintaan di Asia.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin, Harga Gas Eropa Diperkirakan Bisa Naik 3 Kali Lipat
Pabrik tersebut secara historis mengirim sebagian besar kargonya ke Jepang dan Korea, tetapi pemadaman tersebut akan mempengaruhi Eropa, yang telah menarik kargo AS dari timur karena harga yang lebih tinggi.
Penutupan selama tiga minggu akan berarti hilangnya sekitar 13-15 kargo, meskipun Eropa seharusnya dapat menutupi kerugiannya dari penyimpanan gas. Analis menilai risikonya tetap ada jika penutupan berlanjut untuk periode yang lebih lama.
"Penutupan minimum selama tiga minggu adalah kehilangan sekitar 940.000 ton LNG. Jika Anda mengambil ukuran kargo rata-rata sekitar 70.000 ton, itu berarti sekitar 13 kargo," kata Analis LNG di perusahaan intelijen data ICIS Alex Froley, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2022).
Penutupan ini juga bertepatan dengan pemeliharaan Nord Stream 1 dan beberapa tindakan pemeliharaan fasilitas gas di Norwegia. Namun, pasar diperkirakan dapat mengatasinya dengan menarik beberapa volume dari penyimpanan secara potensial.
Lihat Juga :