China Lockdown Lagi, Harga Minyak Mentah Terkoreksi
Jum'at, 10 Juni 2022 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Sentimen utama komoditas minyak datang dari daratan China. Setelah pasar menyambut positif relaksasi lockdown, kini sebagian wilayah di Shanghai mulai diberlakukan lockdown kembali.
"Pembatasan pandemi baru di Shanghai menimbulkan kekhawatiran atas permintaan di China," kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Securities Co Ltd, dilansir Reuters, Jumat (10/6/2022).
Meskipun pagi ini harga minyak lesu, ekspektasi pasokan global yang ketat masih dapat berlanjut dan mendongkrak harga.
Kazuhiko menilai katalis pemicu kenaikan harga minyak datang dari permintaan bahan bakar di Amerika Serikat (AS), hingga lambatnya peningkatan produksi minyak mentah oleh OPEC+.
Dari negeri Tirai Bambu, Shanghai dan Beijing kembali berstatus siaga atas Covid-19 setelah sejumlah wilayah pusat ekonomi terbesar China memberlakukan lockdown baru.
"Pembatasan pandemi baru di Shanghai menimbulkan kekhawatiran atas permintaan di China," kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Securities Co Ltd, dilansir Reuters, Jumat (10/6/2022).
Meskipun pagi ini harga minyak lesu, ekspektasi pasokan global yang ketat masih dapat berlanjut dan mendongkrak harga.
Kazuhiko menilai katalis pemicu kenaikan harga minyak datang dari permintaan bahan bakar di Amerika Serikat (AS), hingga lambatnya peningkatan produksi minyak mentah oleh OPEC+.
Dari negeri Tirai Bambu, Shanghai dan Beijing kembali berstatus siaga atas Covid-19 setelah sejumlah wilayah pusat ekonomi terbesar China memberlakukan lockdown baru.
Lihat Juga :