Garuda Indonesia Paparkan Proposal Perdamaian ke Kreditur, Ini Usulannya
Jum'at, 10 Juni 2022 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut penawaran surat utang dan ekuitas dengan nilai tersebut akan terus diselaraskan dengan perkembangan negosiasi bersama kreditur yang masuk dalam kriteria penerima surat utang maupun ekuitas ini.
Irfan mengungkapkan, proposal perdamaian yang dipaparkan pada Kamis (9/6/2022), merupakan skema restrukturisasi yang masih akan terus dibahas dan dimatangkan bersama seluruh kreditur.
“Untuk itu kami akan terus menjalin komunikasi konstruktif untuk mencapai kesepakatan terbaik bersama seluruh stakeholder, dengan senantiasa memperhatikan aspek kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta secara berkesinambungan terus didiskusikan bersama regulator diantaranya BPKP dan Jamdatun," ujar Irfan, Jumat (10/6/2022).
Baca Juga: Bangkrut, Merpati Airlines Tinggalkan Utang Rp10,9 Triliun
Dia memastikan proposal perdamaian ini akan disusun untuk menghasilkan solusi terbaik untuk penyelesaian kewajiban usaha, dengan mempertimbangkan rencana bisnis, kondisi pasar, dan berbagai masukan dari kreditur.
Irfan mengungkapkan, proposal perdamaian yang dipaparkan pada Kamis (9/6/2022), merupakan skema restrukturisasi yang masih akan terus dibahas dan dimatangkan bersama seluruh kreditur.
“Untuk itu kami akan terus menjalin komunikasi konstruktif untuk mencapai kesepakatan terbaik bersama seluruh stakeholder, dengan senantiasa memperhatikan aspek kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta secara berkesinambungan terus didiskusikan bersama regulator diantaranya BPKP dan Jamdatun," ujar Irfan, Jumat (10/6/2022).
Baca Juga: Bangkrut, Merpati Airlines Tinggalkan Utang Rp10,9 Triliun
Dia memastikan proposal perdamaian ini akan disusun untuk menghasilkan solusi terbaik untuk penyelesaian kewajiban usaha, dengan mempertimbangkan rencana bisnis, kondisi pasar, dan berbagai masukan dari kreditur.
Lihat Juga :