Makin Kecil, Makin Pedas, Makin Mahal: Harga Cabai Tembus Rp100.000 per Kilogram
Jum'at, 10 Juni 2022 - 14:07 WIB
loading...
Harga capai masih terbilang mahal. Foto/Sutikno/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Harga sejumlah bahan pangan masih berada di level yang cukup tinggi. Menurut pantauan MNC Portal Indonesia, Jumat (10/6/2022) di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, harga telur dan cabai tergolong mahal.
Baca juga: Harga Cabai Meroket, Mendag: Akan Turun dalam Beberapa Pekan ke Depan
Cabai merah keriting di Pasar Ciracas dijual dengan harga Rp80.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan Rp100.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga masih Rp80.000 per kilogram, sedangkan harga cabai rawit hijau dan cabai besar hijau dijual Rp40.000 per kilogram.
"Pada ngeluh, gimana orang kita juga modalnya udah mahal," ujar salah seorang pedagang bernama Maryono, Jumat (10/6/2022).
Ia menduga, mahalnya harga cabai diakibatkan karena petani gagal panen akibat cuaca yang seringkali tidak menentu. Alhasil pasokan menjadi berkurang, sedangkan permintaan tetap.
Selain itu, harga telur juga masih berkisar Rp28.000 sampai dengan Rp30.000 per kilogram. Pedagang bernama Ros mengatakan harga tinggi ini berlangsung lama, padahal biasanya tidak lama harganya langsung turun.
Baca juga: Harga Cabai Meroket, Mendag: Akan Turun dalam Beberapa Pekan ke Depan
Cabai merah keriting di Pasar Ciracas dijual dengan harga Rp80.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan Rp100.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga masih Rp80.000 per kilogram, sedangkan harga cabai rawit hijau dan cabai besar hijau dijual Rp40.000 per kilogram.
"Pada ngeluh, gimana orang kita juga modalnya udah mahal," ujar salah seorang pedagang bernama Maryono, Jumat (10/6/2022).
Ia menduga, mahalnya harga cabai diakibatkan karena petani gagal panen akibat cuaca yang seringkali tidak menentu. Alhasil pasokan menjadi berkurang, sedangkan permintaan tetap.
Selain itu, harga telur juga masih berkisar Rp28.000 sampai dengan Rp30.000 per kilogram. Pedagang bernama Ros mengatakan harga tinggi ini berlangsung lama, padahal biasanya tidak lama harganya langsung turun.
Lihat Juga :