Kembali Geram Soal Barang Impor, Jokowi: Kita Catat Semua
Jum'at, 10 Juni 2022 - 19:06 WIB
loading...
Jokowi tak pernah lelah menyuarakan agar semua pihak mengutamakan produk dalam negeri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan, kementerian/lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah wajib membeli produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasanya. Pasalnya, anggaran instansi-instansi tersebut sangat besar sehingga harusnya bisa membantu pengusaha dalam negeri, bukan hanya mengandalkan impor.
Baca juga: HIPMI Suarakan Lanjutkan, Jokowi: Hati-hati Ini Tahun Politik
"Kita pantau betul karena anggarannya ini gede banget. Besar sekali. ABPN, APBD, anggaran BUMN ini besar sekali. Terakhir, sekarang kita catat semua dengan platform digital," ujar Jokowi dalam HUT 50 Tahun Hipmi, Jumat (10/6/2022).
Lanjutnya, untuk mendorong pembelian produk lokal tersebut telah terdapat komitmen anggaran senilai Rp825 triliun. Jika seluruh instansi membeli produk dalam negeri, industri kecil di Indonesia akan bergerak sehingga kewajiban ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi untuk Wanita, Girls Yuk Simak!
"Tidak bisa seperti yang lalu lalu kita biarkan akhirnya pipa impor padahal kita bisa produksi sendiri. Dengan alasan macem-macem sekarang nggak bisa. Dimonitor komitmennya," tandas Jokowi.
Baca juga: HIPMI Suarakan Lanjutkan, Jokowi: Hati-hati Ini Tahun Politik
"Kita pantau betul karena anggarannya ini gede banget. Besar sekali. ABPN, APBD, anggaran BUMN ini besar sekali. Terakhir, sekarang kita catat semua dengan platform digital," ujar Jokowi dalam HUT 50 Tahun Hipmi, Jumat (10/6/2022).
Lanjutnya, untuk mendorong pembelian produk lokal tersebut telah terdapat komitmen anggaran senilai Rp825 triliun. Jika seluruh instansi membeli produk dalam negeri, industri kecil di Indonesia akan bergerak sehingga kewajiban ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi untuk Wanita, Girls Yuk Simak!
"Tidak bisa seperti yang lalu lalu kita biarkan akhirnya pipa impor padahal kita bisa produksi sendiri. Dengan alasan macem-macem sekarang nggak bisa. Dimonitor komitmennya," tandas Jokowi.
(uka)
Lihat Juga :