Harga Bitcoin Jatuh ke Level Terendah, Rp2.927 Triliun Raib dari Pasar Kripto
Senin, 13 Juni 2022 - 22:53 WIB
loading...
A
A
A
Faktor makro berkontribusi pada bearishness di pasar crypto, dengan kenaikan inflasi yang merajalela terus berlanjut dan Federal Reserve AS atau Bank Sentral Amerika diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu ini untuk mengendalikan kenaikan harga.
Pekan lalu, indeks AS tak berdaya, dengan Nasdaq sektor teknologi turun tajam. Bitcoin dan mata uang kripto lainnya cenderung berkorelasi dengan saham dan aset berisiko lainnya. Ketika indeks jatuh, mata uang kripto juga turun.
"Sejak Nov 2021, sentimen telah berubah drastis mengingat kenaikan suku bunga The Fed dan manajemen inflasi. Kami juga berpotensi melihat resesi mengingat The Fed mungkin perlu akhirnya mengatasi sisi permintaan untuk mengelola inflasi," kata Vijay Ayyar, wakil presiden pengembangan perusahaan dan internasional di bursa kripto Luno, kepada CNBC.
Baca Juga: IMF Memperingatkan Bahaya Mata Uang Kripto di Pasar Negara Berkembang
"Semua ini menunjukkan pasar tidak sepenuhnya berada di bawah dan kecuali Fed mampu mengambil nafas, kita mungkin tidak akan melihat bullish kembali," sambungnya
Pekan lalu, indeks AS tak berdaya, dengan Nasdaq sektor teknologi turun tajam. Bitcoin dan mata uang kripto lainnya cenderung berkorelasi dengan saham dan aset berisiko lainnya. Ketika indeks jatuh, mata uang kripto juga turun.
"Sejak Nov 2021, sentimen telah berubah drastis mengingat kenaikan suku bunga The Fed dan manajemen inflasi. Kami juga berpotensi melihat resesi mengingat The Fed mungkin perlu akhirnya mengatasi sisi permintaan untuk mengelola inflasi," kata Vijay Ayyar, wakil presiden pengembangan perusahaan dan internasional di bursa kripto Luno, kepada CNBC.
Baca Juga: IMF Memperingatkan Bahaya Mata Uang Kripto di Pasar Negara Berkembang
"Semua ini menunjukkan pasar tidak sepenuhnya berada di bawah dan kecuali Fed mampu mengambil nafas, kita mungkin tidak akan melihat bullish kembali," sambungnya
Lihat Juga :