Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Selasa, 14 Juni 2022 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
4. Coca cola
Sama halnya seperti KFC produk minuman bersoda ini tentunya sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Coca cola ternyata mendapat untung yang cukup besar dari Indonesia.
Perusahaan ini pernah mencetak laba sebesar USD 459,9 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Perusahaan ini memang telah banyak dikenal dunia. Tak heran jika Indonesia menjadi salah satu tempat pencetak uang perusahaan besar ini.
5. Freeport
Perusahaan Amerika Serikat yang satu ini sudah ada di Indonesia sejak 1967 dan bertahan hingga kini. Perusahaan ini juga sempat menjalani proses negosiasi dengan pemerintah Indonesia karena keuntungannya yang terlalu berat sebelah.
Setelah penandatanganan pokok-pokok perjanjian tersebut, kepemilikan saham PT INALUM (Persero) di PTFI menjadi sebesar 51,23 persen dari semula 9,36 persen.
Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika juga mendapatkan bagian saham sebesar 10 persen. Dan kepemilikan saham dipertegas setelah penandatanganan perjanjian Sales and Purchase (SPA).
Sama halnya seperti KFC produk minuman bersoda ini tentunya sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Coca cola ternyata mendapat untung yang cukup besar dari Indonesia.
Perusahaan ini pernah mencetak laba sebesar USD 459,9 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Perusahaan ini memang telah banyak dikenal dunia. Tak heran jika Indonesia menjadi salah satu tempat pencetak uang perusahaan besar ini.
5. Freeport
Perusahaan Amerika Serikat yang satu ini sudah ada di Indonesia sejak 1967 dan bertahan hingga kini. Perusahaan ini juga sempat menjalani proses negosiasi dengan pemerintah Indonesia karena keuntungannya yang terlalu berat sebelah.
Setelah penandatanganan pokok-pokok perjanjian tersebut, kepemilikan saham PT INALUM (Persero) di PTFI menjadi sebesar 51,23 persen dari semula 9,36 persen.
Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika juga mendapatkan bagian saham sebesar 10 persen. Dan kepemilikan saham dipertegas setelah penandatanganan perjanjian Sales and Purchase (SPA).
(bim)
Lihat Juga :