Modalku dan Linkz Asia Kolaborasi Tingkatkan Akses Pendanaan dan Digital
Rabu, 15 Juni 2022 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
“Terdapat lebih dari 2,000 pengguna UMKM yang telah tergabung dalam ekosistem Linkz Asia dan tentu sangat potensial untuk dijangkau oleh akses pendanaan dari Modalku,” tandasnya.
Dengan hadirnya kolaborasi ini tentu dapat membantu para pelaku UMKM dalam bersaing dan meningkatkan penjualan melalui digitalisasi. Di tengah eksistensi transformasi digital akibat pandemi, para pelaku UMKM juga perlu untuk melakukan berbagai inovasi agar dapat menjaga kelangsungan bisnis yang dijalankan. Salah satunya adalah melalui digitalisasi.
Tentu ini juga bagian dari langkah mendukung pemerintah yang menargetkan 30 juta pelaku UMKM untuk dapat menjajakan produk secara online di tahun 2024. Data menunjukkan bahwa selama pandemi terdapat 17,5 juta UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital.
“Kerja sama ini juga menjadi bentuk komitmen kami terhadap pemerintah dalam meningkatkan angka pelaku UMKM digital agar dapat mencapai target yang ditetapkan serta dukungan bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kinerja serta laba bisnisnya,” tukasnya.
Maka dari itu, upaya menciptakan bisnis berbasis teknologi sangat perlu untuk dioptimalkan agar dapat mengembangkan bisnis secara efektif dan efisien serta mendukung pemerintah mencapai target yang telah ditetapkan.
Para pelaku UMKM dapat memanfaatkan pinjaman tanpa angsuran hingga Rp500 juta dengan durasi pinjaman (tenor) hingga 60 hari. Dana bisa digunakan sebagai modal usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis yang mencakup stok barang, perlengkapan usaha, ataupun biaya marketing. Pengusaha di area Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta yang sudah memiliki badan usaha dan telah berjalan selama lebih dari 1 tahun bisa menggunakan fasilitas ini.
Dengan hadirnya kolaborasi ini tentu dapat membantu para pelaku UMKM dalam bersaing dan meningkatkan penjualan melalui digitalisasi. Di tengah eksistensi transformasi digital akibat pandemi, para pelaku UMKM juga perlu untuk melakukan berbagai inovasi agar dapat menjaga kelangsungan bisnis yang dijalankan. Salah satunya adalah melalui digitalisasi.
Tentu ini juga bagian dari langkah mendukung pemerintah yang menargetkan 30 juta pelaku UMKM untuk dapat menjajakan produk secara online di tahun 2024. Data menunjukkan bahwa selama pandemi terdapat 17,5 juta UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital.
“Kerja sama ini juga menjadi bentuk komitmen kami terhadap pemerintah dalam meningkatkan angka pelaku UMKM digital agar dapat mencapai target yang ditetapkan serta dukungan bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kinerja serta laba bisnisnya,” tukasnya.
Maka dari itu, upaya menciptakan bisnis berbasis teknologi sangat perlu untuk dioptimalkan agar dapat mengembangkan bisnis secara efektif dan efisien serta mendukung pemerintah mencapai target yang telah ditetapkan.
Para pelaku UMKM dapat memanfaatkan pinjaman tanpa angsuran hingga Rp500 juta dengan durasi pinjaman (tenor) hingga 60 hari. Dana bisa digunakan sebagai modal usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis yang mencakup stok barang, perlengkapan usaha, ataupun biaya marketing. Pengusaha di area Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta yang sudah memiliki badan usaha dan telah berjalan selama lebih dari 1 tahun bisa menggunakan fasilitas ini.
Lihat Juga :