Dorong Digitalisasi Produk, Sandiaga Uno: Pelaku Ekraf Mandalika Harus Gali Unique Selling Point!
Rabu, 15 Juni 2022 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
“Pelaku usaha tentu tidak menjadi kaum rebahan, tetapi menjadi agen perubahan dengan mengambil risiko, mindset untuk bisa memulai usaha dan keluar dari zona nyaman serta pelajari segalanya dengan komprehensif. Kemudian soft skill menjadi entrepreneur penting dilakukan, terutama cara atau teknik berkomunikasi, bernegosiasi dan berpromosi sehingga kita bisa mencapai usaha yang terus berkembang,” kata Menparekraf.
Dikatakan Menparekraf Sandiaga bahwa kontribusi ekonomi kreatif khususnya UMKM dalam PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sudah menembus 60% dan akan menuju 65% di tahun 2024/2025.
"PDB UMKM sekarang sudah mencapai Rp1.154,4 triliun untuk ekonomi kreatif. Data tersebut menunjukkan tren yang positif. Walaupun mengalami penurunan saat Covid-19," jelas Sandiaga.
Kendati demikian, masih ada tantangan yang perlu diselesaikan. Menparekraf menjabarkan masih terdapat 77,3% UMKM belum terdigitalisasi, 83,32% belum berbadan hukum, 89% belum memiliki merek atau brand, dan Hak Kekayaan Intelektual. Kemudian 92,4% masih menggunakan modal sendiri atau belum mendapat akses pembiayaan, dan 92,6% penghasilannya di bawah Rp1 juta per hari.
Dikatakan Menparekraf Sandiaga bahwa kontribusi ekonomi kreatif khususnya UMKM dalam PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sudah menembus 60% dan akan menuju 65% di tahun 2024/2025.
"PDB UMKM sekarang sudah mencapai Rp1.154,4 triliun untuk ekonomi kreatif. Data tersebut menunjukkan tren yang positif. Walaupun mengalami penurunan saat Covid-19," jelas Sandiaga.
Kendati demikian, masih ada tantangan yang perlu diselesaikan. Menparekraf menjabarkan masih terdapat 77,3% UMKM belum terdigitalisasi, 83,32% belum berbadan hukum, 89% belum memiliki merek atau brand, dan Hak Kekayaan Intelektual. Kemudian 92,4% masih menggunakan modal sendiri atau belum mendapat akses pembiayaan, dan 92,6% penghasilannya di bawah Rp1 juta per hari.
Lihat Juga :