Putin: Uni Eropa Rugi Rp5.800 Triliun Akibat Sanksi Anti-Rusia

Jum'at, 17 Juni 2022 - 21:32 WIB
loading...
Putin: Uni Eropa Rugi...
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Uni Eropa dan rakyatnya menderita sendiri akibat sanksi anti-Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF), Jumat (17/6/2022) menyebutkan bahwa sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Moskow adalah penyebab utama perlambatan ekonomi di kawasan tersebut.

"Kerugian langsung dari efek sanksi saja bisa melebihi USD400 miliar dalam setahun (sekitar Rp5.800 triliun, pada kurs Rp14.500 per USD)," tegas Putin seperti dilansir Russia Today.

Baca Juga: Mevedev: Sanksi Anti Rusia Akan Mendorong Tantanan Dunia Baru

Pemimpin Rusia itu menambahkan, biaya tersebut akan ditanggung oleh warga negara Uni Eropa. Menurut Putin, blok tersebut akan kehilangan daya saing global sebagai akibat dari sanksi selama bertahun-tahun yang akan datang. Putin juga menunjuk pada pelambatan pertumbuhan ekonomi di seluruh Uni Eropa serta inflasi yang mencapai rekor tertinggi.

Efek negatif sanksi Barat terhadap Rusia juga memicu inflasi dan menyebabkan kerugian ekonomi di seluruh dunia. Hal itu diungkapkan secara terpisah oleh Ketua Asosiasi Eksportir Mesir (EEA) Mohamed Kassem kepada RT, Jumat (17/6/2022).

Berbicara di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, dia mengatakan gangguan perdagangan telah membuat harga minyak dan komoditas lainnya melambung tinggi. "Itu semua terjadi di seluruh dunia, itu menyakiti seluruh dunia, dan Mesir terluka di antara yang lain," kata Kassem.

Gangguan yang disebabkan sanksi kepada Rusia merugikan Mesir sebagai produk sampingan. "Kami adalah importir gandum terbesar di dunia, dan Rusia serta Ukraina adalah sumber utama impor kami. Jadi, gangguan itu menimbulkan sejumlah kesulitan," cetusnya.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina Terus Memanas, Jokowi: Waspada Resesi Ekonomi Global

Dia pun menekankan bahwa sanksi bukanlah cara untuk menyelesaikan perbedaan. Kassem juga menegaskan bahwa kerja sama secara erat yang dibutuhkan untuk mengurangi risiko masalah ini.

Mengenai hubungan perdagangan Rusia-Mesir, dia mencatat bahwa ada banyak bidang kerja sama yang dapat diperluas. "Bahkan di tahun yang sulit ini ekspor kami ke Rusia telah meningkat sekitar 57%, yang merupakan indikator bagus bahwa kemungkinan ekspansi sudah ada," katanya.

Selama forum di St. Petersburg, delegasi Rusia dan Mesir membahas zona industri Rusia di kawasan Terusan Suez, yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan timbal balik, dan prospek memungkinkan barang-barang Rusia menembus pasar lain yang dapat diakses Mesir, termasuk Afrika dan Arab.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Rekomendasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved