Pertamina Efisiensi Rp32,7 Triliun di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Senin, 20 Juni 2022 - 12:37 WIB
loading...
Pertamina melakukan efisiensi biaya sebesar USD2,21 miliar atau sekitar Rp32,7 triliun sepanjang tahun 2021. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina melakukan efisiensi sebesar USD2,21 miliar atau sekitar Rp32,7 triliun sepanjang tahun 2021. Pertamina mengembangkan berbagai kebijakan dan strategi bisnis dari sisi keuangan maupun operasional sebagai upaya menghadapi tantangan harga minyak dunia yang melonjak signifikan.
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan optimalisasi ini tercatat diperoleh dari program penghematan biaya (cost saving ) USD1,36 miliar, penghindaran biaya (cost avoidance) sebesar USD356 juta serta tambahan pendapatan (revenue growth) sekitar USD495 juta.
"Paralel dengan upaya penghematan, Pertamina juga menjalankan program lindung nilai (hegding) untuk manajemen risiko pasar. Selain itu, perseroan juga melakukan sentralisasi pengadaan, prioritas belanja modal dan manajemen aset dan liabilitas untuk menurunkan biaya atau beban bunga (cost of fund)," ujar Emma dikutip melalui pernyataannya di Jakarta, Senin (20/6/2022).
Baca Juga: Harta Karun Migas RI Kembali Ditemukan, Siap-siap Digarap Asing
Menurut dia Pertamina terus berupaya mengoptimalkan seluruh biaya serta mengelola aspek finansial perusahaan, agar dapat menekan biaya termasuk memprioritaskan proyek-proyek yang memiliki hasil cepat. Selain memperketat finansial, menurut Emma, Pertamina juga menerapkan strategi operasional dalam rangka meningkatkan pendapatan yang sebagian besar dijalankan oleh anak usaha yakni enam subholding.
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan optimalisasi ini tercatat diperoleh dari program penghematan biaya (cost saving ) USD1,36 miliar, penghindaran biaya (cost avoidance) sebesar USD356 juta serta tambahan pendapatan (revenue growth) sekitar USD495 juta.
"Paralel dengan upaya penghematan, Pertamina juga menjalankan program lindung nilai (hegding) untuk manajemen risiko pasar. Selain itu, perseroan juga melakukan sentralisasi pengadaan, prioritas belanja modal dan manajemen aset dan liabilitas untuk menurunkan biaya atau beban bunga (cost of fund)," ujar Emma dikutip melalui pernyataannya di Jakarta, Senin (20/6/2022).
Baca Juga: Harta Karun Migas RI Kembali Ditemukan, Siap-siap Digarap Asing
Menurut dia Pertamina terus berupaya mengoptimalkan seluruh biaya serta mengelola aspek finansial perusahaan, agar dapat menekan biaya termasuk memprioritaskan proyek-proyek yang memiliki hasil cepat. Selain memperketat finansial, menurut Emma, Pertamina juga menerapkan strategi operasional dalam rangka meningkatkan pendapatan yang sebagian besar dijalankan oleh anak usaha yakni enam subholding.
Lihat Juga :