Pakar Serukan Pentingnya Penelitian Rokok Elektrik
Jum'at, 24 Juni 2022 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, pakar kesehatan mancanegara Dr. Alex Wodak mengatakan, bahwa produk alternatif yang terdiri dari vape, tembakau yang dipanaskan (HTP), snus, dan kantong nikotin sebagai sebuah inovasi disruptif yang dapat mengurangi dampak buruk kesehatan.
Melansir dari artikel inovasitembakau.com, ketua dari Australian Tobacco Harm Reduction Alliance (ATHRA) ini menyampaikan bahwa selain resah dengan misinformasi yang beredar, mempublikasi jurnal kesehatan terkait produk tembakau alternatif menjadi tantangan besar di Australia.
Penelitian Dalam Negeri
Senada dengan pendapat dalam negeri, Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto menilai fenomena penggunaan produk tembakau alternatif seperti vape kian populer karena masyarakat semakin mendapatkan ilmu tentang kelebihan rendah risiko kesehatan yang ada. Industri vape di tanah air juga memiliki prospek dan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Saat ini industri vape mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 80-100 ribu tenaga kerja. Kami meyakini vape akan terus berkembang selama 10 tahun ke depan, inovasi-inovasi akan terus berjalan dan pelaku usaha pun akan bertumbuh,” kata Aryo.
Baca Juga: Standarisasi Vape Mendesak Demi Melindungi Konsumen
Melansir dari artikel inovasitembakau.com, ketua dari Australian Tobacco Harm Reduction Alliance (ATHRA) ini menyampaikan bahwa selain resah dengan misinformasi yang beredar, mempublikasi jurnal kesehatan terkait produk tembakau alternatif menjadi tantangan besar di Australia.
Penelitian Dalam Negeri
Senada dengan pendapat dalam negeri, Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto menilai fenomena penggunaan produk tembakau alternatif seperti vape kian populer karena masyarakat semakin mendapatkan ilmu tentang kelebihan rendah risiko kesehatan yang ada. Industri vape di tanah air juga memiliki prospek dan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Saat ini industri vape mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 80-100 ribu tenaga kerja. Kami meyakini vape akan terus berkembang selama 10 tahun ke depan, inovasi-inovasi akan terus berjalan dan pelaku usaha pun akan bertumbuh,” kata Aryo.
Baca Juga: Standarisasi Vape Mendesak Demi Melindungi Konsumen
Lihat Juga :