Mejeng di PRJ, UMKM Asal Jogja Laris Manis Diserbu Pengunjung

Minggu, 26 Juni 2022 - 23:00 WIB
loading...
Mejeng di PRJ, UMKM Asal Jogja Laris Manis Diserbu Pengunjung
UMKM asal Yogyakarta mejeng di PRJ Kemayoran. FOTO/MPI/Advenia Elisabeth
A A A
JAKARTA - Event tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran yang digelar hingga hari Minggu (26/6/2022) ini benar-benar membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu terutama dirasakan langsung oleh kelompok pelaku UMKM asal Yogyakarta.

Membuka salah satu stand di lokasi PRJ, kelompok UMKM ini menyuguhkan banyak produk lokal asli dari Yogyakarta, mulai dari tas, sandal, gantungan kunci, baju, hingga pernak pernik rumah. Meski banyak didatangi oleh pengunjung dari beragam usia, namun secara keseluruhan peminat dari tenant ini kebanyakan datang dari kalangan orang dewasa, baik pria maupun juga wanita.

Baca Juga: Pemerintah Dorong 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

Ditemui langsung di lokasi, Yuda, salah satu staf Kemlompok UMKM Yogyakarta, menyebut bahwa omzet penjualan di event PRJ tahun ini benar-benar di luar perkiraan. Antusiasme pengunjung dan pembeli yang datang diklaim Yuda sangat tinggi, meskipun terhitung masih dalam suasana pandemi.

"Antusiasmenya tinggi banget. Walaupun nggak setinggi saat sebelum pandemi, tapi ini sudah benar-benar di luar ekspetasi kami," ujar Yuda, saat ditemui MNC Portal Indonesia, Minggu (26/6/2022).

Dengan antusiasme pengunjung yang demikian tinggi, Yuda pun mengaku target penjualan yang telah dipatoknya sejak awal acara berlangsung, telah terlampaui bahkan sebelum event PRJ berakhir.

"Kita kan ada target penjualan sampai event ini selesai. Tapi malahan sebelum selesai, target kami sudah tercapai, saking ramainya," tutur Yuda, semringah.

Baca Juga: Kepadatan Lalu Lintas Menuju PRJ Kemayoran Mengular hingga ke Jakarta Utara

Dia menjelaskan, produk yang dijualnya merupakan seratus persen hasil karya tangan-tangan terampil masyarakat Jogja. Dari segi kualitas pun Yuda pun mengklaim produknya tidak kalah saing dengan produk impor.

"Justru itulah daya tarik kami sehingga pengunjung mau membeli. Ini asli buatan masyarakat Jogja. Dijahit sendiri, disketsa sendiri. Kalau bahan baku kain, kulitnya baru ambil dari pabrik," tegas Yuda.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1416 seconds (11.252#12.26)