Pertamax Ikut Diguyur Subsidi, Belanja Negara Bisa Bengkak Rp3.000 Triliun

Senin, 27 Juni 2022 - 16:06 WIB
loading...
Pertamax Ikut Diguyur...
Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan belanja negara membengkak. FOTO/ANTARA
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan belanja negara sampai dengan akhir tahun akan membengkak hingga Rp3.000 triliun lebih. Pembengkakan ini terjadi seiring dengan kenaikan harga energi dan pangan secara global.

"Ini menyebabkan postur APBN dari Rp2.750 triliun jadi di atas Rp3.000 triliun," kata Sri Mulyani di acara Merdeka Belajar Episode 21: Dana Abadi Perguruan Tinggi, di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Dia mengatakan, kelebihan anggaran belanja ini tidak terlepas dari upaya pemerintah menambah alokasi anggaran untuk membayar kompensasi dan subsidi energi. Anggaran sendiri disetujui oleh DPR beberapa waktu lalu yang nilainya mencapai Rp380 triliun.

Baca Juga: Pajak Karbon 2 Kali Gagal Eksekusi, Ini Alasan Sri Mulyani

Tambahan anggaran tersebut diperlukan merespons kenaikan harga minyak dunia rata-rata sudah menyentuh USD120 per barel. Sementara dalam APBN 2022 harga minyak diasumsikan hanya USD63 per barel.

Tambahan subsidi dan kompensasi itu menjadi pilihan pemerintah untuk menahan kenaikan harga BBM, LPG hingga listrik di Tanah Air. Sehingga harganya tetap stabil di tengah kenaikan di pasar global.

"Kalau tidak, BBM ini sudah naik 2 kali lipat. Tapi kita tidak press itu dan tidak bisa dicover sendiri sama BUMN, makanya subsidi naik," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Rekomendasi
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Seluruh Permintaan Praperadilan Roy Suryo
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved