Layaknya di Era 80-an, Menko Airlangga Ingin Sektor Kehutanan Kembali Merambah Dunia

Selasa, 28 Juni 2022 - 13:10 WIB
loading...
Layaknya di Era 80-an,...
Kerajinan rotan merupakan salah satu andalan produk sektor kehutanan. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Dalam Kongres Kehutanan Indonesia VII yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ), Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa saat ini, kontribusi kehutanan tentu masih relatif kecil terhadap PDB nasional.

Baca juga: Kader Golkar Kabupaten Bogor Diminta Solid dan Menangkan Airlangga

"Dan ini tentu perlu kita kembalikan ke masa jayanya seperti di era tahun 80-an, ketika sektor kehutanan dan turunannya menjadi andalan dari ekspor Indonesia," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Dia menyebutkan bahwa perlu terus mendukung optimalisasi sektor usaha kehutanan melalui kegiatan atau kebijakan yang multi-usaha, antara lain PP No. No 23 Tahun 2021 yang merupakan turunan UU Cipta Kerja dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang merinci PP tersebut.

Kementerian LHK memperlihatkan multi-usaha sebagai kebijakan yang baru, terutama untuk pemanfaatan hutan lindung, hutan produksi, izin multi-usaha kehutanan secara terintegrasi dan berbasis elektronik. Pemanfaatan hutan di lingkungan perizinan antara lain berupa pemanfaatan kawasan, jasa lingkungan, hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, pemungutan hasil hutan kayu, dan pemungutan hasil hutan bukan kayu.



"Kebijakan multi-usaha tak hanya berisikan regulasi, namun juga pengawasannya sangat diperlukan, terutama agar pemerintah melalui kebijakan politik itu sesuai dengan cita-cita. Tentunya mengembalikan kejayaan sektor kehutanan perlu memperhatikan kelestarian dan kesejahteraan masyarakat," terang Airlangga.

Dengan Indonesia mendorong kehutanan berbasis berkelanjutan, dan capaian prestasi selama ini, dibantu juga dengan perubahan iklim sehingga musim hujan relatif tinggi dan jumlah titik-titik panas berhasil dikendalikan oleh KLHK.

Holtikultura, sebut dia, dalam hal ini bisa diselipkan dan menjadi komoditas dari keanekaragaman, terutama akan membantu perekonomian rakyat dan juga bisa menjadi andalan ekspor.

"Tentunya ini menjadi kebijakan yang bisa membangun ekosistem ekonomi dan sosial tanpa harus menambah luas hutan untuk dimanfaatkan," ungkap Airlangga.

Baca juga: Cara dan Syarat Daftar Aplikasi MyPertamina untuk Beli Pertalite Mulai 1 Juli 2022

Dia menilai, multi-usaha kehutanan menjadi kebijakan yang mendorong usaha yang selama ini telah berjalan dan dengan justifikasi bahwa nilai ekonomi riil terhadap lahan hutan bisa ditingkatkan, kemudian peningkatan area efektif bisa ditingkatkan, pasar kayu relatif bisa menurun namun dari segi pasar produk hilirnya terus meningkat selama kebutuhan papan dunia masih diperlukan, dan juga industri berbasis kehutanan.

"Ini tentu peningkatan PNBP juga sangat diperlukan," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Berita Terkini
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved