Perkembangan Ekspor di Provinsi Sulsel Meningkat Signifikan
Selasa, 28 Juni 2022 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan nilai ekspor ini tak lepas dari kebijakan pelonggaran aktifitas ekspor dan impor oleh pemerintah setelah pandemi Covid-19 mulai terkontrol, sehingga menjadi salah satu indikator meningkatnya permintaan barang dan jasa. Kondisi ini diharap akan berdampak pada pembukaan lapangan pekerjaan yang semakin luas sehingga pemulihan ekonomi dapat terealisasi.
"Dengan surplus perdagangan diharapkan dapat mendorong dalam penciptaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan permintaan barang dan jasa di sulsel," tegas Syaiful.
Tak sampai disitu, Syaiful menginginkan agar sektor perbankan dapat menyalurkan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga dapat memaksimalkan kesediaan komoditas ekspor Sulsel.
"Kami juga mendorong bank penyalur KUR di wilayah Sulsel untuk memberikan akses permodalan terhadap UMKM yang berorientasi ekspor," ungkapnya.
Sementara itu, Nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Mei 2022 juga tercatat mencapai US$ 112,40 Juta, atau mengalami peningkatan sebesar 24,09 persen bila dibandingkan nilai impor bulan April 2022 lalu yang bernilai US$ 90,58 Juta.
"Dengan surplus perdagangan diharapkan dapat mendorong dalam penciptaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan permintaan barang dan jasa di sulsel," tegas Syaiful.
Tak sampai disitu, Syaiful menginginkan agar sektor perbankan dapat menyalurkan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga dapat memaksimalkan kesediaan komoditas ekspor Sulsel.
"Kami juga mendorong bank penyalur KUR di wilayah Sulsel untuk memberikan akses permodalan terhadap UMKM yang berorientasi ekspor," ungkapnya.
Sementara itu, Nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Mei 2022 juga tercatat mencapai US$ 112,40 Juta, atau mengalami peningkatan sebesar 24,09 persen bila dibandingkan nilai impor bulan April 2022 lalu yang bernilai US$ 90,58 Juta.
Lihat Juga :