Kinerja Keuangan 2021 Ciamik, Pendapatan Darya-Varia Tembus Rp1,9 Triliun
Rabu, 29 Juni 2022 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Agenda lainnya berupa persetujuan atas perubahan susunan Direksi Perseroan. Rapat menyetujui pengunduran diri Maria Christina D. Carnay sebagai Direksi Perseroan. Posisi Maria digantikan oleh Celso Paz Lim. Dengan demikian ada perubahan susunan Direksi Perseroan.
Head of Legal & Corporate Affairs Darya-Varia Laboratoria, Widya Olivia Tobing memaparkan, bahwa di tahun 2021, Perseroan juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp147 miliar. Sedangkan laba komprehensif tahun berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yaitu Rp172 miliar, meningkat 25% dibandingkan pada tahun 2020.
Kinerja tahun 2021 yang moncer ini bisa dilihat dari total aset Darya-Varia di tahun 2021 yang naik 5% menjadi Rp2,086 triliun dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp1,987 triliun. Kemudian total liabilitasnya juga naik 7% di tahun 2021 menjadi Rp705 miliar yang sebelumnya di tahun 2020 sebesar Rp 660 miliar. Untuk total ekuitas, di tahun 2021 sebesar Rp 1,381 triliun naik 4% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 1,326 triliun.
Perolehan pendapatan Darya-Varia yang luar biasa ini terfokus pada 3 segmen bisnis, yakni Bisnis Consumer Health, Bisnis Obat Resep serta Bisnis Ekspor dan Toll Manufacturing. Obat-obatan tersebut tersebar di Philipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar dan Mongolia. “Pada tahun 2021, telah diluncurkan 5 produk baru yakni Remscar, Carvilol, Ondavar, Etorix, dan Forti-D,” ujar Widya.
Selama tahun 2021, dua pabrik Darya-Varia di Gunung Putri dan Citeureup mengalami kenaikan kapasitas produksi. Sebesar 80% naik untuk kapsul vitamin, kemudian 40% naik untuk produk vitamin dan suplemen serta naik 20% untuk produk infus antibiotik.
Baca Juga: Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Head of Legal & Corporate Affairs Darya-Varia Laboratoria, Widya Olivia Tobing memaparkan, bahwa di tahun 2021, Perseroan juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp147 miliar. Sedangkan laba komprehensif tahun berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yaitu Rp172 miliar, meningkat 25% dibandingkan pada tahun 2020.
Kinerja tahun 2021 yang moncer ini bisa dilihat dari total aset Darya-Varia di tahun 2021 yang naik 5% menjadi Rp2,086 triliun dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp1,987 triliun. Kemudian total liabilitasnya juga naik 7% di tahun 2021 menjadi Rp705 miliar yang sebelumnya di tahun 2020 sebesar Rp 660 miliar. Untuk total ekuitas, di tahun 2021 sebesar Rp 1,381 triliun naik 4% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 1,326 triliun.
Perolehan pendapatan Darya-Varia yang luar biasa ini terfokus pada 3 segmen bisnis, yakni Bisnis Consumer Health, Bisnis Obat Resep serta Bisnis Ekspor dan Toll Manufacturing. Obat-obatan tersebut tersebar di Philipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar dan Mongolia. “Pada tahun 2021, telah diluncurkan 5 produk baru yakni Remscar, Carvilol, Ondavar, Etorix, dan Forti-D,” ujar Widya.
Selama tahun 2021, dua pabrik Darya-Varia di Gunung Putri dan Citeureup mengalami kenaikan kapasitas produksi. Sebesar 80% naik untuk kapsul vitamin, kemudian 40% naik untuk produk vitamin dan suplemen serta naik 20% untuk produk infus antibiotik.
Baca Juga: Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Lihat Juga :