Potret Kinerja Perbankan Mei 2022: Nilai Restrukturisasi Kredit Covid-19 Tinggal Rp596,25 Triliun

Kamis, 30 Juni 2022 - 15:06 WIB
loading...
Potret Kinerja Perbankan...
Sektor perbankan masih mencatatkan kinerja yang positif. Foto/ilustrasi
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) melaporkan, kinerja sektor jasa keuangan pada periode Mei 2022 terjaga dengan baik meskipun kondisi perekonomian global sedang tidak menentu. Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menuturkan, OJK akan terus mencermati dinamika ekonomi global dan perkembangan geopolitik yang penuh ketidakpastian.

Baca juga: OJK Mencermati Dinamika Ekonomi Global, Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga

"Sementara itu, indikator perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan dalam kerangka stabilitas sistem keuangan masih terjaga dengan baik," ujar Anto dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022).

Dia menjelaskan, terjaganya sektor jasa keuangan Indonesia terlihat dari kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan yang terus meningkat hingga Mei kemarin. Berdasarkan data OJK, fungsi intermediasi perbankan pada Mei 2022 tercatat meningkat, dengan kredit tumbuh 9,03% secara tahunan (year on year/yoy) didorong peningkatan pada kredit UMKM dan ritel.

Mayoritas sektor utama kredit mencatatkan kenaikan dengan kenaikan terbesar pada sektor manufaktur sebesar 12,4% secara bulanan (month to month/mtm) dan sektor perdagangan 12,1% mtm. Pertumbuhan kredit itu diikuti dengan manajemen risiko yang baik, tecermin dari rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) net perbankan sebesar 0,85% dan NPL gross sebesar 3,04%.

Di sisi lain, nilai restrukturisasi kredit Covid-19 semakin mengecil pada Mei 2022, yakni sebesar Rp596,25 triliun, dari bulan sebelumnya sebesar Rp606,39 triliun. Seiring penurunan nilai tersebut, jumlah debitur restrukturisasi Covid juga menurun dari 3,26 juta debitur pada April 2022 menjadi 3,13 juta debitur pada Mei 2022.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan, yakni sebesar 9,93% yoy, dan pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan giro. Dengan adanya pertumbuhan tersebut, likuiditas industri perbankan pada Mei 2022 masih berada pada level yang memadai.

Hal tersebut terlihat dari rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK masing-masing 137,14% dan 30,80%, terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50% dan 10%.

Baca juga: 5 Duda Terkaya di Dunia yang Hartanya Melimpah, Nomor 1 Bukan Bill Gates

"Ke depan, OJK terus memperkuat kerja pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan dan senantiasa berkoordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal," tandas Anto.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
MNC Sekuritas Borong...
MNC Sekuritas Borong 3 Penghargaan di 15th Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2026
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Bank Indonesia Buka...
Bank Indonesia Buka Rekrutmen Special Hire dan PKWT 2026, Daftar Hari Ini
Gelar Tangerang Taxpo,...
Gelar Tangerang Taxpo, Bapenda Permudah Masyarakat Urus Pajak hingga Perbankan
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved