Sri Mulyani Waspadai Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed
Jum'at, 01 Juli 2022 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kita harus balanced untuk mengelolanya. Seluruh komoditas terutama minyak, gas, dan mineral serta makanan mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dihitung sejak awal tahun 2022 atau bahkan sejak 2021," terang Sri.
Ekspansi dari kegiatan ekonomi terlihat dari sisi manufaktur, namun sudah terlihat adanya tanda-tanda stagnasi dari ekspansi tersebut. Ini artinya terjadi kenaikan terus-menerus tetapi sudah mulai ada saturasi karena adanya kenaikan harga dan confidence di masyarakat yang mengalami tekanan karena adanya inflasi yang tinggi.
"Di saat inflasi tinggi, Amerika Serikat (AS) dipaksa untuk melakukan adjustment dari kebijakan moneter dengan menaikkan Fed Funds Rate, juga dari sisi pengetatan likuiditas," tambahnya.
Sri menjelaskan bahwa langkah itu bisa menimbulkan gejolak volatilitas karena peranan dolar AS (USD) dalam transaksi dunia lebih dari 60%, sehingga ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap seluruh dunia. Dengan adanya kenaikan inflasi tinggi di AS, keyakinan konsumen akan turun secara dramatis.
Ekspansi dari kegiatan ekonomi terlihat dari sisi manufaktur, namun sudah terlihat adanya tanda-tanda stagnasi dari ekspansi tersebut. Ini artinya terjadi kenaikan terus-menerus tetapi sudah mulai ada saturasi karena adanya kenaikan harga dan confidence di masyarakat yang mengalami tekanan karena adanya inflasi yang tinggi.
"Di saat inflasi tinggi, Amerika Serikat (AS) dipaksa untuk melakukan adjustment dari kebijakan moneter dengan menaikkan Fed Funds Rate, juga dari sisi pengetatan likuiditas," tambahnya.
Sri menjelaskan bahwa langkah itu bisa menimbulkan gejolak volatilitas karena peranan dolar AS (USD) dalam transaksi dunia lebih dari 60%, sehingga ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap seluruh dunia. Dengan adanya kenaikan inflasi tinggi di AS, keyakinan konsumen akan turun secara dramatis.
Lihat Juga :