Ini Fakta Menarik Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi dan NIK
Jum'at, 01 Juli 2022 - 15:16 WIB
loading...
Pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sudah berjalan. Foto/AdveniaElisabeth/MPI
A
A
A
JAKARTA - Pembelian minyak goreng curah rakyat seharga Rp14.000 dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau nomor induk kependudukan (NIK) sudah berjalan di Toko Japang, Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Baca juga: Mau Jadi Pengecer Resmi Minyak Goreng Curah? Gampang Banget, Begini Caranya!
Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia hari ini, Jumat (1/7/2022), poster barcode PeduliLindungi terpasang di dinding toko tersebut. Agus selaku pemilik toko mengaku penjualan minyak goreng curah dengan PeduliLindungi sudah berjalan seminggu dan banyak konsumen yang menggunakan.
"Sudah seminggu di pasang,aAlhamdulillah banyak yang pakai (PeduliLindungi)," ujar Agus saat ditemui.
Dia menjelaskan, pelanggan yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi didominasi oleh ibu rumah tangga yang masih muda karena tanggap teknologi. Sementra pelanggan yang sudah lanjut usia memilih menggunakan NIK.
"Kalau ibu-ibu atau orang tua pada nggak ngerti cara pakainya. Jadi kebanyakan kalau orang tua pakainya KTP. Kalau orang muda mereka gampang-gampang aja pakai PeduliLindungi," kata Agus.
Sambungnya, jika pelanggan yang lanjut usia diarahkan pakai PeduliLindungi, justru mereka tidak jadi membeli. Selain karena rumit, sedikit juga pelanggan lanjut usia yang membawa handphone ke pasar.
Baca juga: Mau Jadi Pengecer Resmi Minyak Goreng Curah? Gampang Banget, Begini Caranya!
Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia hari ini, Jumat (1/7/2022), poster barcode PeduliLindungi terpasang di dinding toko tersebut. Agus selaku pemilik toko mengaku penjualan minyak goreng curah dengan PeduliLindungi sudah berjalan seminggu dan banyak konsumen yang menggunakan.
"Sudah seminggu di pasang,aAlhamdulillah banyak yang pakai (PeduliLindungi)," ujar Agus saat ditemui.
Dia menjelaskan, pelanggan yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi didominasi oleh ibu rumah tangga yang masih muda karena tanggap teknologi. Sementra pelanggan yang sudah lanjut usia memilih menggunakan NIK.
"Kalau ibu-ibu atau orang tua pada nggak ngerti cara pakainya. Jadi kebanyakan kalau orang tua pakainya KTP. Kalau orang muda mereka gampang-gampang aja pakai PeduliLindungi," kata Agus.
Sambungnya, jika pelanggan yang lanjut usia diarahkan pakai PeduliLindungi, justru mereka tidak jadi membeli. Selain karena rumit, sedikit juga pelanggan lanjut usia yang membawa handphone ke pasar.
Lihat Juga :