Metode Tebar Jala, Main Saham Ala Logicuan

Jum'at, 01 Juli 2022 - 21:57 WIB
loading...
Metode Tebar Jala, Main...
Pendiri Komunitas Trader Logicuan Himawan Sutanto saat memandu Live Trading Logicuan di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (1/7/2022).
A A A
JAKARTA - Himawan Sutanto, pendiri Komunitas Trader Logicuan memperkenalkan metode tebar jala bagi publik yang berminat bermain saham . Himawan mengklaim, metode ini memberikan kesempatan bagi semua orang bisa mengambil keuntungan dari bursa saham.

“Ini metode baru. Memang bagi sebagian orang itu sangat menarik dan itu membuktikan kalau semua orang bisa ngambil cuan, ngambil keuntungan dari bursa saham dengan cara yang sederhana atau simpel,” kata Himawan di sela acara Live Trading Logicuan di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Menurut Himawan, yang dimaksud metode tebar jala yakni di komunitas trader Logicuan diarahkan untuk membeli saham di banyak emiten. Dengan membeli saham di banyak emiten dimungkinkan tiap hari bisa mengambil keuntungan.

(Baca juga:Sisi Gelap Anak Muda Main Saham)

“Kalau kita punya 30 atau 40 emiten, minimal 5 sampai 10 emiten kan lumayan. Dan itu konsisten tiap hari, dapat cuan itu tiap hari. Dapat keuntungan itu tiap hari. Nah itulah yang akan kita akumulasi dan kita hitung sebagai penghasilan bulanan,” kata Himawan.

Di Logicuan ini, kata Himawan, kelebihannya siapapun bisa ikut. Tidak perlu apakah orang tersebut bisa main saham atau tidak. “Dia bisa masuk dan merasakan cuan dulu, baru belajar. Jadi saya ingin membalikkan persepsi orang kalau bermain saham itu sulit, bermain saham itu harus pinter dulu, tapi ini saya balik dengan cara, yuk temen-temen merasakan cuan-nya setiap hari sambil mempelajarinya. Itu kan lebih exsited, lebih menyenangkan,” katanya.

(Baca juga:Gadein BPKB buat Main Saham, Pengamat: Literasinya 'Jongkok')

Menurut Himawan, Komunitas Trader Logicuan ada sekitar 4.000 orang. Mereka berasal dari seluruh Indonesia. Bahkanada yang dari luar negeri mulai negara Arab Saudi, Kuwait, Hong Kong, China. “Ada juga beberapa yang dari Eropa dan Australia,” katanya.

Latar belakang anggota Komunitas Trader Logicuan ini, kata Himawan, sangat variatif, semua range usia ada, semua profesi, ekonomi dan lain-lain semua ada. Karena, menurutnya, tidak semua orang memiliki latar belakang yang sama. “Karena Logicuan itu komunitas gratis. Jadi walaupun ada anggota kami yang tidak bisa main saham sama sekali, itu bisa masuk ke Logicuan. Sebaliknya orang yang sudah bisa main saham bahkan yang sudah puluhan tahun itu banyak juga yang masuk ke Logicuan,” paparnya.

(Baca juga:Fenomena Main Saham Pakai Duit Panas, BEI Wanti-wanti)

Karena itu, kata Himawan, keberadaan Logicuan ini pasti menguntungkan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena banyak investor yang masuk ke bursa. Menguntungkan ‘sirkulasi’ transaksi di BEI karena Logicuan memberikan kesempatan kepada orang tempat mencari nafkah.

“Karena konsep kita kan trading for living, mencari makan di bursa saham untuk menggantikan mungkin yang sebelumnya punya penghasilan, tapi karena mungkin karena pandemi sehingga kini tak ada penghasilan, maka itu bisa didapatkan di BEI. Ini sudah teruji dan banyak yang merasakan,” kata Himawan.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Longsor ke Level 5.941, Transaksi Tembus Rp25,1 Triliun
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
OJK-Bareskrim Geledah...
OJK-Bareskrim Geledah Kantor Sekuritas MA Terkait Kasus Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal
Rekomendasi
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Infografis
Metode Ilmuwan untuk...
Metode Ilmuwan untuk Pastikan Keberadaan Harimau Jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved