Harga Minyak Mentah Loyo, Tapi Masih di Atas Level USD100 per Barel

Senin, 04 Juli 2022 - 10:45 WIB
loading...
Harga Minyak Mentah...
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan sesi Asia pada pagi ini, Senin (4/7/2022). Hal ini seiring kekhawatiran resesi dan ketatnya produksi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan sesi Asia pada pagi ini, Senin (4/7/2022). Pantauan di bursa ICE hingga pukul 09:24 WIB, harga Brent untuk kontrak September 2022 turun 0,35% di USD111,24 per barel.

Adapun West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman September juga merosot 0,34% di USD108,06 per barel.

Baca Juga: Uni Eropa Mengimpor Lebih Banyak LNG AS Daripada Gas Rusia untuk Pertama Kalinya

Kekhawatiran resesi global masih membebani pasar, meskipun pasokan diperkirakan terus berlansung ketat seiring rendahnya produksi organisasi negara pengekspor minyak ( OPEC ), konflik di Libya dan sanksi barat terhadap Rusia .

"Pasar energi secara spesifik masih sarat akan risiko pasokan," kata Analis komoditas Commonwealth Bank, Tobin Gorey dikutip dari Reuters, Senin (4/7/2022).

Sebelumnya, OPEC merilis output produksi pada Juni 2022 mengalami penurunan 100 ribu barel per hari (bph), menjadi 28,52 juta barel per hari. Menurut survei Reuters, realisasi tersebut jauh dari peningkatan yang dijanjikan sekitar 275.000 barel per hari.

Baca Juga: Siapa Negara Penadah Gas Rusia Paling Banyak, Urutan Pertama Ada di Eropa

Peningkatan produksi di Arab Saudi dan sejumlah produsen besar lainnya mengimbangi penurunan produksi di Nigeria dan Libya yang sedang mengalami gejolak politik. "Kemungkinan ini membuat kelompok OPEC sulit memenuhi kuota produksi yang baru ditingkatkan," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.

Perusahaan nasional Libya mencatatkan penurunan ekspor minyak menjadi 365.000 bph hingga 409.000 bph. Capaian itu turun sekitar 865.000 barel per hari dibandingkan dengan tingkat normal.

Kisruh politik di Libya diperkirakan bakal memukul pasokan minyak. Lebih jauh, pemogokan yang direncanakan oleh pekerja migas di Norwegia pada pekan ini dinilai dapat memangkas produksi minyak dan kondensat negara itu sebesar 130.000 barel per hari.

Pada pekan ini, pasar minyak akan menunggu rilis harga resmi untuk Agustus dari eksportir utama minyak Arab Saudi. Reuters memperkirakan harga jual resmi minyak mentah Arab Light dapat naik sekitar USD2,40 per barel dari bulan sebelumnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Rekomendasi
Ndarboy Genk Bingung,...
Ndarboy Genk Bingung, Lagu Kicau Mania Viral karena Konten Kucing dan Motor
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Berita Terkini
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved