Nyaris Tembus Rp15.000 per USD, Pelemahan Kurs Rupiah Dinilai Masih Wajar
Rabu, 06 Juli 2022 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
"Kebalikannya untuk importir ini adalah suatu yang harus diantisipasi, kita selalu rekomendasikan yang impor untuk selalu meng-hedge ya dari exposure yang dia punya," jelas dia.
Adapun berita baiknya, biaya hedging sangat rendah sekitar 1-1,2% untuk premi. Selain itu juga ada instrumen Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).
"Dua instrumen itu selalu tersedia di pasar dan tentunya kita selalu rekomendasikan exposure itu di hedge, karena kan lagi murah ya bisa disesuaikan harganya," kata Branko.
Baca Juga:Rupiah Kian Melemah, Ini Dampak Buruknya yang Harus Cepat Diatasi
Branko membeberkan, bahwa tipe pengusaha di Indonesia itu macam-macam. Artinya, untuk pengusaha asing dia memperhatikan hedging-nya, sedangkan di kawasan bervariasi.
Adapun berita baiknya, biaya hedging sangat rendah sekitar 1-1,2% untuk premi. Selain itu juga ada instrumen Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).
"Dua instrumen itu selalu tersedia di pasar dan tentunya kita selalu rekomendasikan exposure itu di hedge, karena kan lagi murah ya bisa disesuaikan harganya," kata Branko.
Baca Juga:Rupiah Kian Melemah, Ini Dampak Buruknya yang Harus Cepat Diatasi
Branko membeberkan, bahwa tipe pengusaha di Indonesia itu macam-macam. Artinya, untuk pengusaha asing dia memperhatikan hedging-nya, sedangkan di kawasan bervariasi.
Lihat Juga :