Rupiah di Atas Rp15.000, BI Beberkan Sejumlah Penyebab
Rabu, 06 Juli 2022 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
"Artinya apa? Artinya dari pergerakan nilai tukar, banyak mata uang non USD khususnya mata uang EM (emerging market) mengalami pelemahan, tentunya termasuk rupiah. Di wilayah Asia, selain IDR mata uang lainnya seperti bath, ringgit, peso, rupee, dan won juga mengalami pelemahan terhadap USD. Artinya ini adalah fenomena global," jelasnya.
Tentunya, sambung dia, BI dalam menghadapi hal tersebut melakukan langkah-langkah antisipatif. Pertama, memastikan ada di pasar melalui triple intervention agar supaya mekanisme pasar dapat bekerja dengan baik dengan menjaga keseimbangan supply-demand valas di market.
Baca juga: China Siapkan Rencana Dagang dan Investasi di Afghanistan
"Kami melihat support dari perusahaan eksportir untuk turut menjaga supply-demand valas masih sangat baik, sehingga pelemahan IDR lebih managable. Kedua, menjaga kondisi likuiditas rupiah dalam level yang optimal," pungkasnya.
Tentunya, sambung dia, BI dalam menghadapi hal tersebut melakukan langkah-langkah antisipatif. Pertama, memastikan ada di pasar melalui triple intervention agar supaya mekanisme pasar dapat bekerja dengan baik dengan menjaga keseimbangan supply-demand valas di market.
Baca juga: China Siapkan Rencana Dagang dan Investasi di Afghanistan
"Kami melihat support dari perusahaan eksportir untuk turut menjaga supply-demand valas masih sangat baik, sehingga pelemahan IDR lebih managable. Kedua, menjaga kondisi likuiditas rupiah dalam level yang optimal," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :