Daftar Perusahaan Indonesia yang Ketergantungan Impor Gandum
Rabu, 06 Juli 2022 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa negara tersebut memang sebelumnya sudah aktif menjual gandum ke Indonesia. Namun, BPS juga mencatat ada negara yang baru mengekspor gandum ke Indonesia, yakni Myanmar nilai impornya mencapai USD1,4 juta.
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebelumnya memperingatkan bahwa meskipun pangsa Rusia dan Ukraina terbilang kecil dalam perdagangan dan output dunia, kedua negara tersebut merupakan pemasok utama barang-barang penting termasuk makanan, energi, dan pupuk, yang pasokannya sekarang terancam oleh perang.
Pengiriman gandum melalui pelabuhan Laut Hitam telah dihentikan, dengan konsekuensi yang berpotensi mengancam ketahanan pangan di negara-negara miskin. Berdasarkan data OEC World, Rusia merupakan eksportir terbesar untuk andum dunia pada tahun 2020, sementara Ukraina berada di urutan kelima dunia. Sub-sahara akan terpengaruh karena sekitar 85% gandum mereka pasokannya dari Rusia dan Ukraina.
Ukraina menjadi salah satu negara pemasok biji gandum terbesar untuk Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor biji gandum dan meslin dari negara yang kini terlibat perang dengan Rusia bahkan terus meningkat selama lima tahun terakhir.
Selama periode 2017 hingga 2021, terjadi peningkatan nilai impor biji gandum dan meslin dari Ukraina mencapai 124%. Pada 2017, nilai impor tersebut tercatat sebesar USD376,5 juta dengan volume 1,8 juta ton, sementara pada 2021 nilai impor menjadi USD843,6 juta dengan volume 2,8 juta ton. Impor gandum terutama digunakan untuk industri tepung terigu, mie instan, roti hingga pakan ternak.
Peningkatan nilai impor biji gandum dan meslin dari Ukraina terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2018, nilai impor tersebut sebesar USD576,1 juta naik menjadi USD696,9 juta pada 2019.
BPS melaporkan volume impor gandum Indonesia dari India pada April 2021 mencapai 55,65 ribu ton. Namun, volumenya turun menjadi hanya 2 ribu ton pada April 2022. Nilai impornya juga turun drastis dari USD15,34 juta pada April 2021, menjadi hanya USD780 ribu pada April 2022.
Tahun 2020 nilai impor kembali meningkat menjadi USD705,6 juta. Kemudian nilainya naik lagi menjadi USD843,6 juta pada 2021. Berdasarkan data tersebut, nilai impor biji gandum dan meslin dari Ukraina tercatat memberikan kontribusi sebesar 24% dari total nilai impor gandum Indonesia tahun 2021.
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebelumnya memperingatkan bahwa meskipun pangsa Rusia dan Ukraina terbilang kecil dalam perdagangan dan output dunia, kedua negara tersebut merupakan pemasok utama barang-barang penting termasuk makanan, energi, dan pupuk, yang pasokannya sekarang terancam oleh perang.
Pengiriman gandum melalui pelabuhan Laut Hitam telah dihentikan, dengan konsekuensi yang berpotensi mengancam ketahanan pangan di negara-negara miskin. Berdasarkan data OEC World, Rusia merupakan eksportir terbesar untuk andum dunia pada tahun 2020, sementara Ukraina berada di urutan kelima dunia. Sub-sahara akan terpengaruh karena sekitar 85% gandum mereka pasokannya dari Rusia dan Ukraina.
Ukraina menjadi salah satu negara pemasok biji gandum terbesar untuk Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor biji gandum dan meslin dari negara yang kini terlibat perang dengan Rusia bahkan terus meningkat selama lima tahun terakhir.
Selama periode 2017 hingga 2021, terjadi peningkatan nilai impor biji gandum dan meslin dari Ukraina mencapai 124%. Pada 2017, nilai impor tersebut tercatat sebesar USD376,5 juta dengan volume 1,8 juta ton, sementara pada 2021 nilai impor menjadi USD843,6 juta dengan volume 2,8 juta ton. Impor gandum terutama digunakan untuk industri tepung terigu, mie instan, roti hingga pakan ternak.
Peningkatan nilai impor biji gandum dan meslin dari Ukraina terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2018, nilai impor tersebut sebesar USD576,1 juta naik menjadi USD696,9 juta pada 2019.
BPS melaporkan volume impor gandum Indonesia dari India pada April 2021 mencapai 55,65 ribu ton. Namun, volumenya turun menjadi hanya 2 ribu ton pada April 2022. Nilai impornya juga turun drastis dari USD15,34 juta pada April 2021, menjadi hanya USD780 ribu pada April 2022.
Tahun 2020 nilai impor kembali meningkat menjadi USD705,6 juta. Kemudian nilainya naik lagi menjadi USD843,6 juta pada 2021. Berdasarkan data tersebut, nilai impor biji gandum dan meslin dari Ukraina tercatat memberikan kontribusi sebesar 24% dari total nilai impor gandum Indonesia tahun 2021.
Lihat Juga :