Tak Sudi Dijual ke Pengusaha Israel, Produsen Es Krim Ben & Jerry Tuntut Unilever

Rabu, 06 Juli 2022 - 15:34 WIB
loading...
Tak Sudi Dijual ke Pengusaha...
Ben & Jerry tuntut Unilever karena penjualan mereknya ke perusahaan Israel. Foto/YahooNewsSingapore
A A A
JAKARTA - Produsen es krim Ben & Jerry menuntut perusahaan induk Unilever . Mereka meminta Unilever untuk menghentikan penjualan brand tersebut kepada pemegang lisensi lokal di Israel .

Baca juga: Hamas Dituding Meretas Telepon Para Tentara Israel

Sebelumnya diketahui Unilever telah menjual unit bisnis es krim Ben & Jerry di Israel ke distributor lokal. Penjualan itu bertujuan agar produk es krim tersebut dapat tersedia di Israel serta di wilayah pendudukannya.

Berdasarkan gugatan Ben & Jerry's di pangadilan federal New York, Selasa (5/7/2022), diketahui bahwa keputusan Unilever tersebut dibuat tanpa persetujuan dari dewan independen yang bertanggung jawab untuk menjaga integritas brand Ben & Jerry's.

Namun seorang hakim menolak permohonan Ben & Jerry atas perintah penahanan sementara. Dia kemudian meminta pihak Unilever untuk memberikan pernyataan kepada hakim sebelum 14 Juli mendatang.

Gugatan ini menandai adanya perkembangan terbaru dalam kontroversi yang telah dimulai sejak tahun lalu saat Ben & Jerry's mengatakan akan menghentikan penjualan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel sejak perang Enam Hari pada 1967.

Sementara itu, Pemerintah Israel melihat wilayah pendudukan sebagai bagian dari ekonominya dan segala upaya untuk memboikot bisnis di wilayah tersebut dianggap berlaku untuk negaranya. Artinya menghentikan penjualan es krim di wilayah pendudukan akan mengakhiri penjualan di seluruh Israel.

Dalam gugatan tersebut, Ben & Jerry's menyatakan bahwa mereknya identik dengan aktivisme sosial dan sebagai bagian dari kesepakatannya untuk diakuisisi oleh Unilever pada tahun 2000, ia telah mencadangkan "tanggung jawab utama untuk menjaga integritas" merek Ben & Jerry's melalui dewan independen.

Sebelumnya Unilever secara terbuka mengakui hak merek untuk membuat keputusan tentang misi sosialnya. Namun kemudian Ben & Jerry's mengatakan bahwa Unilever tiba-tiba berbalik arah.

Dan kemudian dilanjutkan pada minggu lalu saat Unilever mengumumkan bahwa mereka menjual cabang Israel dari bisnis Ben & Jerry ke American Quality Products, yang melisensikan produk es krim di Israel. American Quality mengatakan akan terus menjual Ben & Jerry's dengan nama Ibrani dan Arab di seluruh Israel dan wilayah pendudukannya.

Terlepas dari hak dewan independen Ben & Jerry untuk membuat keputusan tentang misi sosial merek, Unilever mengatakan bahwa mereka memiliki hak untuk masuk ke dalam perjanjian karena telah mencadangkan tanggung jawab utama untuk keputusan keuangan dan operasional.

Baca juga: Kisah Mark Magsayo: Penjual Es Krim Miskin Juara Dunia Tinju Kaya Raya

Setelah Unilever mengumumkan penjualan tersebut, Ben & Jerry's melalui gugatannya menyatakan bahwa dewannya mengadakan pertemuan khusus pada hari Jumat lalu dan memilih untuk menuntut keputusan tersebut.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu
UMP 2026, KSPI Bakal...
UMP 2026, KSPI Bakal Gugat Pemprov Jakarta dan Jabar ke PTUN
AS Rancang Gaza Jadi...
AS Rancang Gaza Jadi Resor Futuristik Senilai Rp1.878 Triliun, Rencana Rekonstruksi 20 Tahun
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Rekomendasi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Berita Terkini
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved