Sebar 550 Nomor Induk Berusaha, Menteri Bahlil Semangati UMKM di Surakarta
Rabu, 06 Juli 2022 - 19:15 WIB
loading...
Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia acara UMKM di Surakarta. FOTO/Ist
A
A
A
SURAKARTA - Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan para pelaku usaha mikro kecil (UMK) berkontribusi paling banyak dalam pertumbuhan GDP Indonesia. Kehadiran UKM mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan masyarakat luas.
Kehadiran para pelaku UMKM ini yang nantinya menjari tulang punggung perekonomiannya suatu bangsa. Bahkan saat ini 61% GDP disumbangkan dari sektor UMKM, 120 juta lapangan kerja juga diciptakan dari UMKM.
"Satu hal lagi bahwa yang menjadi menteri investasi sekarang berasal dari UMKM bukan konglomerat, tidak hanya itu, pemimpin bangsa kita, Pak Jokowi juga dimulai dari UMKM dan Pak Walikota, pemimpin masa depan juga dimulai, dari UMKM," ujar Bahlil dalam sambutannya pada acara Pembagian NIB di Surakarta, Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Menteri Bahlil Minta Perbankan Tidak Pelit Beri Kredit ke UMKM
Namun saat ini Bahlil mengungkap jumlah pelaku UKM perorangan masih informal masih lebih banyak dibandingkan dengan yang formal, atau dalam bahasa lain masih banyak yang belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha).
Kehadiran para pelaku UMKM ini yang nantinya menjari tulang punggung perekonomiannya suatu bangsa. Bahkan saat ini 61% GDP disumbangkan dari sektor UMKM, 120 juta lapangan kerja juga diciptakan dari UMKM.
"Satu hal lagi bahwa yang menjadi menteri investasi sekarang berasal dari UMKM bukan konglomerat, tidak hanya itu, pemimpin bangsa kita, Pak Jokowi juga dimulai dari UMKM dan Pak Walikota, pemimpin masa depan juga dimulai, dari UMKM," ujar Bahlil dalam sambutannya pada acara Pembagian NIB di Surakarta, Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Menteri Bahlil Minta Perbankan Tidak Pelit Beri Kredit ke UMKM
Namun saat ini Bahlil mengungkap jumlah pelaku UKM perorangan masih informal masih lebih banyak dibandingkan dengan yang formal, atau dalam bahasa lain masih banyak yang belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha).
Lihat Juga :