Presidensi G20 Indonesia Akan Dorong UMKM Indonesia Memiliki Permodalan yang Luas
Kamis, 07 Juli 2022 - 07:05 WIB
loading...
Presidensi G20 Indonesia akan mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memiliki akses permodalan dan pasar yang lebih luas. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presidensi G20 Indonesia akan mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) untuk memiliki akses permodalan dan pasar yang lebih luas. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Talkshow Spotlight #12: G20 Digital Transformation: Resilient MSMEs for Global Economic Recovery di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, Presidensi G20 Indonesia akan mendorong kemitraan global untuk inklusi keuangan dengan menghadirkan infrastruktur, seperti sistem pembayaran dan peraturan yang kompatibel antar negara.
“Ini penting karena kami ingin memastikan bahwa tema recover stronger dan recover together tidak hanya terjadi antar negara, tetapi juga di rasakan di dalam setiap negara,” ujarnya.
Baca Juga: Isu Pembahasan G20 Selaras dengan Upaya Membangkitkan UMKM
Ia juga menyampaikan saat ini Pemerintah masih terus bekerja untuk merealisasikan target level inklusi keuangan dalam negeri sebesar 90% di 2024 yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Untuk mencapai inklusi keuangan yang ditetapkan, harus didukung juga dengan literasi keuangan, terutama bagi UMKM.
Oleh karena itu, katannya, Pemerintah Indonesia melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI) terus mendorong literasi keuangan di masyarakat.
Menurutnya, Presidensi G20 Indonesia akan mendorong kemitraan global untuk inklusi keuangan dengan menghadirkan infrastruktur, seperti sistem pembayaran dan peraturan yang kompatibel antar negara.
“Ini penting karena kami ingin memastikan bahwa tema recover stronger dan recover together tidak hanya terjadi antar negara, tetapi juga di rasakan di dalam setiap negara,” ujarnya.
Baca Juga: Isu Pembahasan G20 Selaras dengan Upaya Membangkitkan UMKM
Ia juga menyampaikan saat ini Pemerintah masih terus bekerja untuk merealisasikan target level inklusi keuangan dalam negeri sebesar 90% di 2024 yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Untuk mencapai inklusi keuangan yang ditetapkan, harus didukung juga dengan literasi keuangan, terutama bagi UMKM.
Oleh karena itu, katannya, Pemerintah Indonesia melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI) terus mendorong literasi keuangan di masyarakat.
Lihat Juga :