Aplikasi MyPertamina Diserbu Pendaftar, KSP: Tanda Masyarakat Paham
Kamis, 07 Juli 2022 - 21:14 WIB
loading...
Poster sosialisasi aplikasi MyPertamina terpajang di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto/Antara/Muhammad Adimaja
A
A
A
JAKARTA - Kantor Staf Presiden (KSP) mengapresiasi tingginya animo publik terkait pengaturan penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar menggunakan aplikasi MyPertamina atau laman subsiditepat.mypertamina.id.
Seperti diketahui, berdasarkan catatan PT Pertamina Patra Niaga, sejak diterapkan pada 1 Juli hingga 4 Juli 2022, sebanyak 50.000 kendaraan telah didaftarkan sebagai pengguna BBM subsidi, baik melalui aplikasi MyPertamina atau website subsiditepat.mypertamina.id. Sementara, jumlah pengunduh aplikasi MyPertamina pada periode yang sama mencapai 4 juta.
Baca Juga: Pendaftaran BBM Subsidi lewat Website MyPertamina Khusus untuk Roda Empat
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Hageng Nugroho menilai, tingginya animo masyarakat tersebut menunjukkan adanya kesepahaman antara masyarakat dengan pemerintah, bahwa penyaluran BBM bersubsidi harus ditata ulang agar lebih tepat sasaran.
"Telah terbangun pemahaman dan kesadaran di masyarakat agar BBM bersubsidi tak bocor ke kalangan atas. Ini lompatan besar untuk mewujudkan subsidi berkeadilan," kata Hageng, dalam siaran pers, Kamis (7/7/2022).
Seperti diketahui, berdasarkan catatan PT Pertamina Patra Niaga, sejak diterapkan pada 1 Juli hingga 4 Juli 2022, sebanyak 50.000 kendaraan telah didaftarkan sebagai pengguna BBM subsidi, baik melalui aplikasi MyPertamina atau website subsiditepat.mypertamina.id. Sementara, jumlah pengunduh aplikasi MyPertamina pada periode yang sama mencapai 4 juta.
Baca Juga: Pendaftaran BBM Subsidi lewat Website MyPertamina Khusus untuk Roda Empat
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Hageng Nugroho menilai, tingginya animo masyarakat tersebut menunjukkan adanya kesepahaman antara masyarakat dengan pemerintah, bahwa penyaluran BBM bersubsidi harus ditata ulang agar lebih tepat sasaran.
"Telah terbangun pemahaman dan kesadaran di masyarakat agar BBM bersubsidi tak bocor ke kalangan atas. Ini lompatan besar untuk mewujudkan subsidi berkeadilan," kata Hageng, dalam siaran pers, Kamis (7/7/2022).
Lihat Juga :