Harga CPO Merosot 11,70 Persen Pekan Lalu, Bagaimana Nasib Minggu Ini?

Senin, 11 Juli 2022 - 14:19 WIB
loading...
Harga CPO Merosot 11,70...
Harga minyak sawit mentah/crude palm oil (CPO) tercatat mengalami penurunan 11,70% sepanjang pekan lalu. Berikut proyeksi pergerakan harga CPO pada pekan ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak sawit mentah / crude palm oil (CPO) tercatat mengalami penurunan 11,70% sepanjang pekan lalu. Bursa berjangka Malaysia sedang tutup pada awal pekan ini, dan akan dibuka kembali pada esok hari, Selasa 12 Juli 2022.

Data Investing Jumat (8/7), menunjukkan kontrak CPO c3 Malaysia ditutup naik 0,41% di MYR4.157 per ton. Jika dihitung sejak level tertingginya pada 9 Maret 2022 di MYR7.268 per ton, maka harganya telah anjlok 42,8%.

Baca Juga: Terdampak Flush Out Indonesia, Harga CPO Ambles

Penurunan harga komoditas andalan Indonesia itu terjadi seiring dengan melimpahnya produksi dan persediaan. Pemerintah RI terus menggenjot perusahaan untuk memaksimalkan ekspor dengan harapan tangki-tangki minyak dapat tersalurkan.

Pada awal Juli, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, bahwa perusahaan yang telah memenuhi penjualan dalam negeri dapat mengekspor 7 kali lipat jumlah penjualan domestik yang mulai berlaku pada 1 Juli.

Dikutip dari Reuters, Senin (11/7/2022), tingginya persediaan telah membebani harga tandan buah segar (TBS), yang menuai kritik dari petani di tengah puncak musim panen.

Meskipun sedang aktif mendorong ekspor, Indonesia bakal meningkatkan konsumsi dalam negeri dengan meningkatkan kandungan bahan bakar berbasis minyak sawit ke dalam biodiesel menjadi 35% dari yang semula 30%, atau yang dikenal sebagai B35.

Pejabat senior Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana menuturkan, kebijakan itu akan diberlakukan mulai 20 Juli 2022, sebagaimana diwartakan Reuters.

Baca Juga: Jokowi: Kita Mestinya Bisa Mengendalikan Harga CPO

Dari sisi permintaan, India, sebagai salah satu konsumen CPO terbesar dunia menyatakan, tetap membutuhkan pasokan dari Indonesia di tengah persaingan minyak nabati sejenis.

“Kapal tanker minyak sawit dari Malaysia dan Indonesia membutuhkan waktu 8-10 hari untuk tiba di India. Demikian pula minyak kedelai dari Argentina dan Brazil adalah 40-45 hari. Mengingat penurunan harga minyak sawit internasional, dan lebih sedikit waktu untuk membawa kargo, wajar jika harga minyak sawit menjadi lebih murah terlebih dahulu sebelum minyak lainnya,” kata BV Mehta, Direktur Eksekutif Solvent Extractors' Association of India (SEA).

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved