Harga CPO Kian Melorot 6 Persen Lebih, Ternyata Ini Sebabnya

Rabu, 13 Juli 2022 - 14:34 WIB
loading...
Harga CPO Kian Melorot...
Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) merosot 6% lebih pada perdagangan sesi siang hari ini, yang disebabkan oleh beberapa faktor. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) merosot 6% lebih pada perdagangan sesi siang hari ini. Mengacu Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD), Rabu (13/7/2022) hingga pukul 12:52 WIB, harga CPO kontrak teraktif September 2022 turun 6,70% di MYR3.840 per ton, dari hari sebelumnya di MYR4.116 per ton.

Baca Juga: Ramuan Luhut Kerek Harga TBS Sawit Petani, Target di Atas Rp2.000 Per Kg

Sedangkan kontrak Agustus 2022 juga anjlok 7,04% di MYR3.812 per ton, dari MYR4.101 per ton. Malaysia mencatat kenaikan persediaan minyak sawit pada akhir Juni 2022, yang mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Ini terjadi akibat persaingan yang cukup ketat dari Indonesia -selaku produsen CPO terbesar dunia- yang tengah menggenjot ekspor. Sedangkan surveyor kargo Malaysia mencatat ada penurunan ekspor pada periode 1 - 10 Juli 2022 di kisaran 15% - 21%, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (13/7).

Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) melaporkan persediaan minyak sawit Malaysia akhir Juni melesat 8,8% dari bulan sebelumnya menjadi 1,66 juta ton karena produksi minyak sawit mentah naik 5,8% menjadi 1,55 juta ton di Juni.

Diterangkan kekhawatiran akan resesi dan penurunan harga minyak mentah juga membebani harga CPO pada Selasa (12/7), kemarin. Di sisi lainnya, pada pekan lalu, pemerintah Indonesia mengatakan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan kandungan bahan bakar berbasis minyak sawit dalam biodieselnya menjadi 35% dari 30%, atau yang di kenal sebagai B35 dan akan dimulai pada 21 Juli 2022.

Lebih jauh, harga minyak nabati lain juga ikut merosot, seperti minyak kedelai di Bursa Dalian China anjlok 5,3%, dan di Chicago Board of Trade juga koreksi 0,6%. Harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Baca Juga: Jokowi: Kita Mestinya Bisa Mengendalikan Harga CPO

Sebagai produsen terbesar, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan akan mencatatkan surplus sebesar USD3,52 miliar pada Juni 2022, yang didorong oleh pencabutan larangan ekspor minyak sawit selama tiga minggu.

Jajak pendapat yang disurvei oleh Reuters mencatat Indonesia diproyeksikan bakal menikmati ledakan ekspor yang didukung oleh kenaikan harga komoditas. Perkiraan median dari 18 analis memperkirakan ekspor Indonesia tumbuh 30,26% secara tahunan di bulan Juni, naik sedikit dari 27% di bulan Mei.

Sementara impor bulan Juni diprediksi naik 20,10% secara tahunan, dibandingkan dengan kenaikan 30,74% di bulan Mei.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Purbaya Bocorkan Perusahaan...
Purbaya Bocorkan Perusahaan Diduga Lakukan Underinvoicing CPO, Siapa Saja?
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Rekomendasi
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved