Soal Investasi Telkomsel di GoTo, Perusahaan Telko Dunia Sudah Lebih Dahulu!
Rabu, 13 Juli 2022 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fendi perusahaan sekelas Telkom dan Telkomsel tidak mungkin berinvestasi dalam jumlah yang besar hanya dengan motif untuk untuk mendapatkan capital gain dari naik turunnya harga saham ataupun dividen secara jangka pendek, pasti motifnya adalah menjadi strategic partner yang memiliki tujuan jangka panjang untuk mendukung bisnis inti Telkom Group.
“Sebagai ekosistem bisnis yang menaungi lebih dari 16 juta UMKM dan transaksi ratusan triliun per tahun, keberadaan GoTo sangat penting bagi ekonomi Indonesia. Peran BUMN justru akan terasa nyata jika mereka bisa berinvestasi riil dan berdampak ke seluruh pelosok Indonesia seperti di GoTo,” tegas Fendi.
Selama dua tahun masa pandemi, pendapatan perusahaan telekomunikasi secara global hanya naik tipis, yakni 3,5% pada tahun 2020 dan 2,8% pada 2021. Bahkan di beberapa negara seperti Amerika Latin, Jepang & Korea justru perusahaan-perusahaan telekomunikasinya sudah mengalami pertumbuhan negatif.
“Sebagai pelaku bisnis, mereka (Telkomsel) butuh pasar-pasar baru yang potensial untuk menjamin bisnisnya tetap survive dan tumbuh berkesinambungan,” ungkap Fendi.
Fendi mengungkapkan, di seluruh dunia, banyak perusahaan telekomunikasi telah lebih dulu melakukan strategi seperti yang dilakukan oleh Telkomsel dengan masuk ke industri digital. Perusahaan telko asal Amerika Serikat AT&T sudah berinvestasi di industri digital lebih dari 10 tahun silam. Dalam kurun waktu tersebut, AT&T Inc telah berinvestasi hingga senilai USD200 miliar atau Rp2.900 triliun.
“Sebagai ekosistem bisnis yang menaungi lebih dari 16 juta UMKM dan transaksi ratusan triliun per tahun, keberadaan GoTo sangat penting bagi ekonomi Indonesia. Peran BUMN justru akan terasa nyata jika mereka bisa berinvestasi riil dan berdampak ke seluruh pelosok Indonesia seperti di GoTo,” tegas Fendi.
Selama dua tahun masa pandemi, pendapatan perusahaan telekomunikasi secara global hanya naik tipis, yakni 3,5% pada tahun 2020 dan 2,8% pada 2021. Bahkan di beberapa negara seperti Amerika Latin, Jepang & Korea justru perusahaan-perusahaan telekomunikasinya sudah mengalami pertumbuhan negatif.
“Sebagai pelaku bisnis, mereka (Telkomsel) butuh pasar-pasar baru yang potensial untuk menjamin bisnisnya tetap survive dan tumbuh berkesinambungan,” ungkap Fendi.
Fendi mengungkapkan, di seluruh dunia, banyak perusahaan telekomunikasi telah lebih dulu melakukan strategi seperti yang dilakukan oleh Telkomsel dengan masuk ke industri digital. Perusahaan telko asal Amerika Serikat AT&T sudah berinvestasi di industri digital lebih dari 10 tahun silam. Dalam kurun waktu tersebut, AT&T Inc telah berinvestasi hingga senilai USD200 miliar atau Rp2.900 triliun.
Lihat Juga :