Inflasi AS Makin Menggila, Bill Gates Peringatkan Badai Krisis Ekonomi Global Sudah Dekat

Kamis, 14 Juli 2022 - 15:53 WIB
loading...
Inflasi AS Makin Menggila,...
Bill Gates mengungkapkan bahwa badai krisis ekonomi global semakin mendekat. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Bill Gates mengungkapkan bahwa badai krisis ekonomi global semakin mendekat. Hal itu terjadi akibat tingginya inflasi di Amerika Serikat (AS) terdampak pandemi yang diperparah konflik Rusia dan Ukraina.

Melansir dari en.as.com, dampaknya yang menonjol kenaikan inflasi ialah melonjaknya harga produk konsumen hingga gas dan listrik. Pendiri Microsoft ini pun telah memperingatkan sebelumnya, bahwa pandemi akan terjadi sebagai bencana seluruh dunia. Namun perkataan yang dilontarkan sejak 2015 lalu itu sudah terlambat, dan saat ini risiko itu tampak nyata. Dalam konferensi TED2022, ia pun mendorong untuk lebih waspada terjadinya pandemi di masa depan.

"Ketika saya berada di panggung ini pada 2015, saya katakan bahwa banyak orang belum siap menghadapi pandemi. Tapi mau tidak mau harus siap menghadapi itu. Pidato itu sebenarnya telah ditonton oleh banyak orang. Tapi 90% dari pandangannya sudah terlambat," tegas pengusaha multi-miliarder itu.

Baca Juga: Inflasi AS Tembus 9,1%, The Fed Diramal Kerek Suku Bunga di Akhir Juli

Untuk menghadapi pandemi di masa depan Bill Gates melalui akun Twitter @billgates membagikan tiga cara mengantisipasi, di antaranya pemantauan penyakit, penelitian dan pengembangan dan terus meningkatkan sistem kesehatan. Sebagai informasi, Federal Reserve telah mulai menaikkan suku bunga dengan tiga kali kenaikan dalam tiga bulan. Yang terbaru, lompatan tiga perempat poin persentase terbesar sejak 1994

Selama wawancara di program bertajuk Fareed Zakaria GPS di CNN, ia juga menjelaskan bahwa situasi ekonomi saat ini, ditambah dengan krisis kesehatan virus corona, akan memiliki dampak yang lebih besar. Faktanya, tingkat utang pemerintah AS sudah sangat tinggi sangat tinggi ditambah terjadinya permasalahan rantai pasok global.

"Anda tahu bahwa kemungkinan besar ini akan mempercepat masalah inflasi negara kaya dan memaksa kenaikan suku bunga yang pada akhirnya akan mengakibatkan perlambatan ekonomi," kata pencipta Windows itu.

Baca Juga: Ini Hasil Pembicaraan Rusia-Ukraina di Istanbul

Federal Reserve mulai mengerek suku bunga dengan tiga kali kenaikan dalam tiga bulan. Dan yang terbaru adalah lompatan tiga perempat basis poin persentase suku bunga terbesar sejak 1994.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Rekomendasi
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Suka Microdrama Singkat?...
Suka Microdrama Singkat? Intip Sinopsis Don’t Hurt Me, Daddy, Mommy’s Leaving di V+Short
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Berita Terkini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Infografis
Pertemuan Bilateral...
Pertemuan Bilateral Indonesia-AS, Bahas Ekonomi Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved