Gara-gara Perang Rusia-Ukraina! Sejarah Euro dan Dolar 20 Tahun yang Lalu Terulang

Kamis, 14 Juli 2022 - 20:25 WIB
loading...
Gara-gara Perang Rusia-Ukraina!...
Setelah 20 tahun, akhirnya dolar mengungguli euro. Foto/Ewfpro
A A A
JAKARTA - Nilai euro terus mengalami pelemahan, dan saat ini telah jatuh di bawah dolar AS . Pelemahan ini merupakan yang pertama kalinya sejak 20 tahun yang lalu.

Baca juga: Rupiah Lewati Rp15.000, Ini Rentetan Penyebabnya

Pada perdagangan 13 Juli 2022, satu euro nilainya USD0,998 atau turun 0,4% dibandingkan hari sebelumnya. Mengutip BBC, kondisi ini merupakan dampak dari gejolak Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung.

Pasar dilanda kekhawatiran bahwa Rusia akan membatasi pasokan energi ke Eropa. Langkah itu turut meningkatkan kemungkinan terjadinya resesi di kawasan Eropa.

Sementara itu, bank sentral Eropa juga saat ini tertinggal dari bank sentral negara lainnya dalam menaikkan suku bunga, sehingga menyebabkan mata uang euro terus melemah. Pasalnya, suku bunga merupakan salah satu pendongkrak nilai mata uang. Investor global mengincar pengembalian yang lebih besar saat memegang aset dalam mata uang tertentu.

Di sisi lain, nilai dolar juga menguat dalam beberapa bulan terakhir ditopang oleh kebijakan bank sentral AS yang menaikkan suku bunganya. Serta, investor yang mencari aman dan membeli aset dalam dolar di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak.

Sebagaimana diketahui, bank sentral AS atau The Fed bulan lalu telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin.

Pelemahan mata uang akan membuat tarif impor menjadi lebih tinggi bagi negara-negara Eropa, terutama barang-barang yang dihargai dalam dolar, seperti minyak mentah. Situasi itu bisa berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi di zona Eropa, dan inflasi sudah menyentuh 8,6% pada Juni lalu.

"Eropa tidak menargetkan nilai tukar tertentu. Namun, kami selalu memperhatikan dampak nilai tukar terhadap inflasi, sejalan dengan mandat kami untuk stabilitas harga," ujar seorang juru bicara European Central Bank (ECB), dikutip dari BBC, Kamis (14/7/2022).

Ia mengatakan, ECB diperkirakan akan mulai menaikkan suku bunga pada pekan depan.

Baca juga: Batal Membeli Twitter, Elon Musk Dikecam

Sebagai informasi, nilai euro telah jatuh hampir 12% terhadap dolar sejak awal tahun ini. Euro memiliki nilai lebih tinggi terhadap dolar sepanjang sejarahnya. Terakhir kali euro memiliki nilai lebih rendah dari dolar pada Desember 2002, yakni kurang dari setahun setelah uang kertas euro dan koin diperkenalkan untuk pertama kalinya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved