Inflasi Melonjak, Bank Sentral G20 Kompak Jaga Stabilitas Harga

Minggu, 17 Juli 2022 - 12:02 WIB
loading...
Inflasi Melonjak, Bank...
Bank sentral di negara-negara anggota G20 menyepakati komitmen untuk menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan inflasi global. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank sentral di negara-negara anggota G20 menyepakati komitmen untuk menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan inflasi global akibat krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina .

Hal tersebut tertuang dalam risalah pertemuan ketiga para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) anggota G20 dan negara-negara undangan, termasuk Ukraina, yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, pada 15 - 16 Juli 2022.

"Bank sentral terus memantau dampak tekanan harga terhadap ekspektasi inflasi dan akan terus mengkalibrasi dengan tepat laju pengetatan kebijakan moneter secara jelas dan bergantung pada data yang dikomunikasikan dengan baik," demikian isi G20 Chair's Summary, dikutip Minggu (17/7/2022).

Baca juga: Waspada, Inflasi Tinggi di AS Bisa Menular ke Indonesia Lewat 2 Jalur Ini

Pertemuan yang dihadiri sejumlah organisasi internasional dan regional itu juga berkomitmen untuk memastikan ekspektasi inflasi dapat terjaga dengan baik, dengan menjaga pemulihan ekonomi dan membatasi limpahan di lintas negara.

Kelompok tersebut menitikberatkan hadirnya independensi bank sentral untuk mencapai tujuan dan menopang kredibilitas kebijakan moneter masing-masing negara.

"Kami menegaskan kembali pentingnya perdagangan berbasis aturan yang terbuka dan adil, serta menegaskan kembali komitmen kami untuk melawan proteksionisme," tambahnya.

Baca juga: Inflasi Bikin Gelisah, Wall Street Dibuka Melemah

Sejalan dengan hal itu, kelompok G20 juga menegaskan komitmen mereka terhadap kesepakatan nilai tukar pada April 2021 dan menegaskan pentingnya koordinasi global.

Seperti diketahui, risalah pertemuan mencatat bahwa sebagian besar anggota G20 menyepakati adanya perlambatan pemulihan ekonomi global akibat perang Rusia melawan Ukraina.



Satu anggota berpendapat bahwa sanksi ekonomi justru memperburuk keadaan termasuk ketidaksesuaian pasokan-permintaan, gangguan pasokan, dan peningkatan harga komoditas dan energi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved