Waspada, Inflasi Tinggi di AS Bisa Menular ke Indonesia Lewat 2 Jalur Ini

Kamis, 14 Juli 2022 - 15:47 WIB
loading...
Waspada, Inflasi Tinggi...
Tingginya inflasi di AS bisa merembet ke Indonesia jika tak diantisipasi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan untuk mewaspadai tingginya inflasi di Amerika Serikat (AS) .

Seperti diberitakan sebelumnya, inflasi di Negeri Paman Sam pada Juni kembali melejit mencapai 9,1% secara tahunan (year on year/yoy), tertinggi dalam 41 tahun terakhir.

Angka itu juga jauh di atas perkiraan sejumlah ekonom yang dikumpulkan media dan lembaga seperti Dow Jones di kisaran 8,8%.

Menurut Bhima, inflasi di AS bisa bertransmisi melalui dua jalur, yakni jalur moneter dan jalur perdagangan. Dari aspek moneter, inflasi yang tinggi akan mendorong bank sentral AS atau The Fed lebih agresif dalam meningkatkan suku bunga.

"Ini akan membuat dolar AS semakin perkasa bahkan terhadap Euro, terhadap mata uang dominan lainnya, apalagi terhadap nilai tukar rupiah. Jadi, dalam beberapa pekan ke depan rupiah diperkirakan akan bergejolak," papar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Breaking: Inflasi AS Tembus 9,1%, Rupiah Bakal Tenggelam?

Bhima memprediksi rupiah akan melemah dan arus modal asing akan semakin deras keluar. Hal tersebut, sambung dia, juga akan bergantung pada respons Bank Indonesia (BI). Misalnya, apakah BI akan melakukan langkah dengan menaikan suku bunga. "Berapa basis poin? Nah itu yang akan jadi pertanyaan besar," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved