Muatan Tol Laut Pelni Meningkat 117% di Semester I 2022
Minggu, 17 Juli 2022 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2019, kinerja produksi Pelni mencapai 3.593 teus atau 27,23 persen dari capaian nasional sebesar 11.773 teus. Jumlah tersebut naik signifikan menjadi 53,90 persen di 2021 dengan kinerja produksi sebesar 12.872 teus dari total produksi nasional 18.011 teus.
"Kontribusi tersebut sangat positif dan kami yakin akan terus meningkat. Di tahun ini, trayek yang ditugaskan kepada Pelni sebesar 11 trayek atau 33 persen dari total 33 trayek yang diberikan pemerintah kepada BUMN dan swasta melalui skema lelang terbuka," paparnya.
Tahun ini, Pelni mendapatkan penugasan 11 trayek tol laut dengan total 48 pelabuhan singgah dan mengoperasikan 10 kapal tol laut yang terdiri dari enam unit KM Logistik Nusantara dan empat unit KM Kendhaga Nusantara. Dari kontrak 117 voyage untuk kapal tol laut di tahun 2022, hingga Juni kemarin realisasinya sudah mencapai 63,20 persen.
Sementara itu, pengamat transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Saut Gurning mengatakan peran dan keterbutuhan tol laut masih ditunggu masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada pulau-pulau terpencil.
Menurutnya, jika aksesibilitas transportasi sudah stabil, diharapkan program tol laut bisa direspon pihak swasta. Adapun, daerah lain yang masih kesulitan akses logistik barang bisa disasar sebagai daerah baru penyaluran tol laut.
"Jadi jangan disuplai terus, tapi harusnya swasta sudah bisa berperan di situ, untuk selanjutnya ada daerah baru yang bisa masuk dalam program ini," ungkapnya.
"Kontribusi tersebut sangat positif dan kami yakin akan terus meningkat. Di tahun ini, trayek yang ditugaskan kepada Pelni sebesar 11 trayek atau 33 persen dari total 33 trayek yang diberikan pemerintah kepada BUMN dan swasta melalui skema lelang terbuka," paparnya.
Tahun ini, Pelni mendapatkan penugasan 11 trayek tol laut dengan total 48 pelabuhan singgah dan mengoperasikan 10 kapal tol laut yang terdiri dari enam unit KM Logistik Nusantara dan empat unit KM Kendhaga Nusantara. Dari kontrak 117 voyage untuk kapal tol laut di tahun 2022, hingga Juni kemarin realisasinya sudah mencapai 63,20 persen.
Sementara itu, pengamat transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Saut Gurning mengatakan peran dan keterbutuhan tol laut masih ditunggu masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada pulau-pulau terpencil.
Menurutnya, jika aksesibilitas transportasi sudah stabil, diharapkan program tol laut bisa direspon pihak swasta. Adapun, daerah lain yang masih kesulitan akses logistik barang bisa disasar sebagai daerah baru penyaluran tol laut.
"Jadi jangan disuplai terus, tapi harusnya swasta sudah bisa berperan di situ, untuk selanjutnya ada daerah baru yang bisa masuk dalam program ini," ungkapnya.
Lihat Juga :