3 Negara Mayoritas Islam yang Berutang ke China, Kena Jebakan Betmen?
Selasa, 19 Juli 2022 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
1. Pakistan
Pada tahun 2020 lalu, China menyetujui untuk meminjamkan dana ke Pakistan sebesar USD1,5 miliar demi melunasi utang terhadap Arab Saudi USD2 miliar. China memberikan pinjaman tersebut dengan menambah ukuran currency-swap agreement (perjanjian tukar mata uang) bilateral 2011 dengan tambahan 10 miliar yuan atau sekitar USD1,5 miliar. Pada tahun 2020 jumlah penduduk Pakistan diperkirakan mencapai 2020 mencapai 225 juta jiawa. Di atas 90% merupakan pemeluk Islam.
2. Tajikistan
Negara mayoritas Islam yang berhutang ke China berikutnya adalah Tajikistan. Pada tahun 2020, China Export-Import Bank memegang lebih dari USD1,1 miliar dari total utang luar negeri Tajikistan senilai USD3,2 miliar.
Dari utang tersebut, China disebut telah mengakuisisi beberapa konsepsi lahan di negara muslim ini. Salah satunya adalah 1.158 km persegi wilayah di pegunungan Pamir dan meningkatnya kehadiran Perusahaan Militer Swasta China (PMC) untuk memberikan keamanan bagi proyek infrastruktur di Asia Tengah.
Pada tahun 2020 lalu, China menyetujui untuk meminjamkan dana ke Pakistan sebesar USD1,5 miliar demi melunasi utang terhadap Arab Saudi USD2 miliar. China memberikan pinjaman tersebut dengan menambah ukuran currency-swap agreement (perjanjian tukar mata uang) bilateral 2011 dengan tambahan 10 miliar yuan atau sekitar USD1,5 miliar. Pada tahun 2020 jumlah penduduk Pakistan diperkirakan mencapai 2020 mencapai 225 juta jiawa. Di atas 90% merupakan pemeluk Islam.
2. Tajikistan
Negara mayoritas Islam yang berhutang ke China berikutnya adalah Tajikistan. Pada tahun 2020, China Export-Import Bank memegang lebih dari USD1,1 miliar dari total utang luar negeri Tajikistan senilai USD3,2 miliar.
Dari utang tersebut, China disebut telah mengakuisisi beberapa konsepsi lahan di negara muslim ini. Salah satunya adalah 1.158 km persegi wilayah di pegunungan Pamir dan meningkatnya kehadiran Perusahaan Militer Swasta China (PMC) untuk memberikan keamanan bagi proyek infrastruktur di Asia Tengah.
Lihat Juga :