Ramalan Resesi AS 2022 Disebut Palsu, Ini Penjelasannya!

Kamis, 21 Juli 2022 - 08:37 WIB
loading...
Ramalan Resesi AS 2022...
Warga Amerika Serikat tengah mengantre makanan. Foto/Telegraph
A A A
JAKARTA - Potensi resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi topik hangat yang sering dibicarakan mengingat tingginya inflasi AS dalam empat dekade terakhir. Dilansir dari Fortune, kepala ekonom Jefferies (bank investasi Amerika Serikat), Aneta Markowska, mengatakan bahwa ramalan resesi AS tidak akan terjadi dalam laporan riset terbarunya.

Baca juga: Sri Mulyani: IMF Sebut Ekonomi Indonesia Aman dari Jurang Resesi

Meski pesimisme akan ekonomi AS meluas di kalangan bankir, pengusaha, bahkan konsumen, Markowska menyebutkan bahwa resesi ini hanya berada di ranah imajinasi belaka.

"(Resesinya) tidak nyata. Rumah tangga dan bisnis saat ini masih memiliki banyak uang. Kondisi itu membuat harga dan tingkat permintaan tidak elastis dalam jangka pendek," ujar Markowska, dikutip Kamis (21/7/2022).

Tidak hanya itu, untuk bisa disebut sebagai resesi, indikator pengangguran juga menjadi faktor yang diperhitungkan. Markowska menyebutkan bahwa jutaan lowongan pekerjaan masih tersedia di AS dan tidak akan ada PHK besar-besaran dengan margin yang masih diperoleh perusahaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved