Pandemi yang Mereda Tak Surutkan Niat Produsen Masker untuk IPO
Jum'at, 22 Juli 2022 - 08:04 WIB
loading...
Bursa saham akan kedatangan pemain baru dari sektor alat kesehatan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pandemi yang mulai mereda tak menyurutkan niat PT Hetzer Medical Indonesia Tbk untuk terus melakukan ekspansi bisnisnya . Produsen masker yang berdiri tahun 2010 ini akan merenovasi gudang sehingga kapasitas tampung lebih besar dan memproduksi beberapa masker varian baru.
Baca juga: Tak Boleh Kendor Terapkan Prokes, Satpol PP Jakbar Bagikan Ratusan Masker
Untuk mendukung ekspansi itu, Hetzer berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal. Rincian dana hasil IPO nantinya sekitar 8,56% dana IPO digunakan renovasi gudang perseroan di Cimahi, Jawa Barat, untuk dijadikan pabrik yang dapat beroperasi.
Lalu 4,44% untuk pengembangan produk dengan pembelian mesin produksi maskerduckbill, dan 11,11% untuk pembelian mesin produksi masker untuk memproduksi varian masker baru, yakni masker KN95, KF94, dan N95.
"Kemudian sekitar 2,82% untuk pembelian peralatan penunjang produksi, yaitu kompresor,dryer, mesinwelding, mesin L-string, dantoolkit, dan sekitar 73,07% sebagai modal kerja perseroan untuk pembelian bahan baku produksi maskerduckbill, masker KN95, KF94, dan N95," kata Direktur PT Hetzer Medical Indonesia Jemmy Kurniawan, dikutip Jumat (22/7/2022).
Calon emiten bekode MEDS itu menawarkan sebanyak 312,5 juta saham atau maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp20. Harga penawaran umum perdana MEDS adalah sekitar Rp125-Rp175 per saham.
"MEDS berpotensi meraih dana sebesar Rp39,06-Rp54,68 miliar dari penawaran perdana ini. PT Wanteg Sekuritas dipercaya menjadi penjamin pelaksana emisi efek," jelas Jemmy.
Baca juga: Tak Boleh Kendor Terapkan Prokes, Satpol PP Jakbar Bagikan Ratusan Masker
Untuk mendukung ekspansi itu, Hetzer berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal. Rincian dana hasil IPO nantinya sekitar 8,56% dana IPO digunakan renovasi gudang perseroan di Cimahi, Jawa Barat, untuk dijadikan pabrik yang dapat beroperasi.
Lalu 4,44% untuk pengembangan produk dengan pembelian mesin produksi maskerduckbill, dan 11,11% untuk pembelian mesin produksi masker untuk memproduksi varian masker baru, yakni masker KN95, KF94, dan N95.
"Kemudian sekitar 2,82% untuk pembelian peralatan penunjang produksi, yaitu kompresor,dryer, mesinwelding, mesin L-string, dantoolkit, dan sekitar 73,07% sebagai modal kerja perseroan untuk pembelian bahan baku produksi maskerduckbill, masker KN95, KF94, dan N95," kata Direktur PT Hetzer Medical Indonesia Jemmy Kurniawan, dikutip Jumat (22/7/2022).
Calon emiten bekode MEDS itu menawarkan sebanyak 312,5 juta saham atau maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp20. Harga penawaran umum perdana MEDS adalah sekitar Rp125-Rp175 per saham.
"MEDS berpotensi meraih dana sebesar Rp39,06-Rp54,68 miliar dari penawaran perdana ini. PT Wanteg Sekuritas dipercaya menjadi penjamin pelaksana emisi efek," jelas Jemmy.
Lihat Juga :