Semangati UKM Terdampak Pandemi, Dirut Bank UMKM Jawa Timur: Harus Bangkit!
Selasa, 26 Juli 2022 - 09:41 WIB
loading...
Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur Yudhi Wahyu. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk nasabah Bank UMKM Jawa Timur, Bank BPR Jatim.
Dalam webinar persembahan Trijaya Networks "Indonesia UKM Forum", yang diadakan Radio Trijaya Surabaya, dan disiarkan di seluruh jaringan Radio Trijaya, Sabtu (23/7/2022), Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur Yudhi Wahyu memaparkan usahanya mendukung UMKM Jatim Go Global, dalam masa wabah ini.
Sebanyak 19% nasabah Bank UMKM Jawa Timur sempat terdampak pada awal pandemi. Namun seiring waktu, prosentase tersebut mengalami penurunan dan ekonomi yang tumbuh positif. Per Mei 2022, nasabah terdampak Covid-19 menjadi 16% dari total baki debet kelolaan.
"Dengan OJK, dari Rp2,2 triliun, kita bisa restrukturisasi kredit Rp365-an miliar. Alhamdullilah masih ter-manage semua dan tidak mati, betul-betul mati. Walaupun ada nol koma sekian persen memang butuh waktu untuk recovery," ungkapnya, dikutip Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Dukung Penguatan UMKM, Ketua Pemuda DPP Perindo: Saya Penikmat Starling
Covid-19 turut memberi dampak pada manajemen utama dari usaha nasabah, yang meninggal dunia. Namun, Yudhi meyakini tidak terlalu banyak. "Kita diberi pelajaran dari Yang Mahakuasa, untuk mencari solusi dan manfaat," tuturnya.
Dalam webinar persembahan Trijaya Networks "Indonesia UKM Forum", yang diadakan Radio Trijaya Surabaya, dan disiarkan di seluruh jaringan Radio Trijaya, Sabtu (23/7/2022), Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur Yudhi Wahyu memaparkan usahanya mendukung UMKM Jatim Go Global, dalam masa wabah ini.
Sebanyak 19% nasabah Bank UMKM Jawa Timur sempat terdampak pada awal pandemi. Namun seiring waktu, prosentase tersebut mengalami penurunan dan ekonomi yang tumbuh positif. Per Mei 2022, nasabah terdampak Covid-19 menjadi 16% dari total baki debet kelolaan.
"Dengan OJK, dari Rp2,2 triliun, kita bisa restrukturisasi kredit Rp365-an miliar. Alhamdullilah masih ter-manage semua dan tidak mati, betul-betul mati. Walaupun ada nol koma sekian persen memang butuh waktu untuk recovery," ungkapnya, dikutip Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Dukung Penguatan UMKM, Ketua Pemuda DPP Perindo: Saya Penikmat Starling
Covid-19 turut memberi dampak pada manajemen utama dari usaha nasabah, yang meninggal dunia. Namun, Yudhi meyakini tidak terlalu banyak. "Kita diberi pelajaran dari Yang Mahakuasa, untuk mencari solusi dan manfaat," tuturnya.
Lihat Juga :