Tingkatkan Kompetensi Digital, ASN Dituntut Mahir Teknologi Informasi

Selasa, 26 Juli 2022 - 17:30 WIB
loading...
Tingkatkan Kompetensi...
Kemahiran menggunakan teknologi informasi untuk mendukung transformasi digital di pemerintahan. FOTO/dok.Okezone
A A A
JAKARTA - Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk berinovasi khususnya dalam mengembangkan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi. Kemahiran menggunakan teknologi informasi untuk mendukung transformasi digital di pemerintahan.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) pun terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia ASN yang unggul dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan terlebih dengan transformasi digital yang semakin berkembang.

Pemerintah juga telah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kompetensi (bangkom) ASN dengan menempatkan peningkatan kualitas SDM aparatur menjadi program prioritas nasional serta memberikan hak ASN untuk mengembangkan kompetensi 20 jam per tahun.

"Digitalisasi pengembangan kompetensi untuk mewujudkan ASN Merdeka Belajar," kata Sekretaris Utama LAN Reny Suzana dalam webinar, Selasa (26/7/2022).

Baca Juga: 6 Fakta Tunjangan PNS, Tukin ASN Pusat Bisa Cair hingga Ratusan Juta

Menurut dia kualitas ASN dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan signifikan. Namun, jika dilihat dari parameter global, baik secara Global Competitiveness Index dan Human Development Index, Indonesia masih berada di bawah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Untuk itu, pengembangan kompetensi dinilai akan memainkan peranan kunci untuk mempersiapkan generasi mendatang yang mampu berkompetisi di kancah global. Salah satunya adalah melalui pengembangan kompetensi digital sesuai perkembangan teknologi.

"Maka bangkom harus terus beradaptasi dengan segala perubahan seiring dengan perkembangan teknologi yang berubah dengan cepat, maka digitalisasi bangkom menjadi salah satu upaya dalam menaikkan training rate yang masih relatif rendah," ujarnya.

Reni menyebut, bangkom tidak boleh mempertahankan cara-cara konvensional, melainkan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, transformasi bangkom yang semula berbasis training development menjadi learning development untuk menyiapkan SDM unggul.

"Dalam menciptakan ASN unggul di dunia birokrasi, maka dibutuhkan peran lembaga pelatihan dan biro SDM/kepegawaian untuk menawarkan berbagai program pengembangan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di masa yang akan datang," ungkap dia.

Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN Muhammad Taufiq mengatakan, perlunya akselerasi digitalisasi bangkom ini didukung dengan berbagai faktor seperti kenaikan jumlah penetrasi internet yang saat ini telah mencapai 73,7 persen jumlah penduduk Indonesia.

Menurutnya, ada empat pilar utama untuk mempercepat transformasi bangkom. Pertama, desain program yang secara bertahap melalui metode pembelajaran blended learning yang memadukan pembelajaran secara klasikal dan e-learning untuk penguatan literasi digital.

"Pilar kedua adalah transformasi trainer-nya atau widyaiswara, dengan mendorong widyaiswara untuk memiliki kemampuan paripurna seperti memberikan fasilitasi, membuat bahan ajar yang interaktif, serta memberikan kontribusi untuk program-program bangkom," ujar dia.

Lalu pilar ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap pembelajaran dengan menggunakan portal learning management system. Terakhir, semua pilar ini akan dikunci pada quality management system sebagai penjaminan mutu dan kualita dari penyelenggaraan pelatihan.

Baca Juga: Guru ASN Tipu Korban Modus Investasi Bodong Rp8,9 Miliar

Pada kesempatan yang sama, Chairman of SC GNIK Yunus Triyonggo menjelaskan, era disruptif saat ini mau tidak mau mendorong pola pendidikan dan pelatihan ASN harus semakin agile. LAN juga telah membangun platform e-learning yang dapat diakses dengan mudah, aman dan berbiaya murah.

"Prinsipnya dalam bangkom ASN adalah pengembangan SDM aparatur dan sarana dan prasarana yang memadai. Tentu saja hal ini didukung dengan kurikulum yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya seluas-luasnya," kata Founder and Chief Officer Brainmatics ID and BraindevsID Romi Satria.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
WFH ASN Setiap Jumat...
WFH ASN Setiap Jumat Diklaim Bikin Negara Hemat Rp1,95 Triliun, Begini Hitungannya
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan...
Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Cair Awal Juni, Catat Tanggal Pastinya
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Rekomendasi
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved